BI Sultra Gelar Lomba Masak Pangan Lokal, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

EKONOMI200 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Sultra Maimo di The Park Kendari pada 20 hingga 22 Juni 2025.

Salah satu rangkaian acara yang menarik perhatian adalah lomba memasak atau cooking competition, yang melibatkan pelajar, mahasiswa, serta santri dari berbagai pondok pesantren.

Peserta ditantang mengolah bahan pangan lokal seperti singkong, sagu, jagung, dan lainnya sebagai alternatif pengganti nasi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan serta mendorong pola makan yang lebih sehat.

Ajang ini semakin semarak dengan kehadiran Chef Laode, seorang konten kreator kuliner sekaligus mantan peserta Master Chef Indonesia musim kedelapan. Chef Laode turut tampil dalam sesi live cooking, membagikan pengetahuan serta pengalaman memasak berbahan dasar pangan lokal.

BACA JUGA  Telkomsel Hadirkan Solusi Digital dan Program Berbagi di Ramadan dan Idulfitri 2025

Menurut Chef Laode, kegiatan yang diinisiasi BI ini sangat positif karena berkontribusi pada edukasi ketahanan pangan, khususnya dalam menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat terutama generasi muda  akan pentingnya mengonsumsi pangan lokal.

“Di awal saya tampil live cooking, bukan sekadar memasak, tetapi juga berbagi informasi penting terkait bahan dan manfaat masakan yang disajikan, sehingga penikmat bisa lebih memahami dan menghargai masakan lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini lahir dari keprihatinan terhadap isu ketahanan pangan, khususnya di wilayah timur Indonesia yang sesungguhnya memiliki beragam sumber karbohidrat alternatif selain beras.

Dengan mendorong konsumsi pangan lokal, secara tidak langsung upaya ini turut memberdayakan petani serta pedagang di pasar tradisional. Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara kepada generasi penerus.

BACA JUGA  Pemkot Kendari Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kerja Sama Antar Daerah

“Harapannya, kegiatan ini mampu membangun kembali kesadaran generasi muda untuk lebih mengonsumsi makanan berbasis pangan lokal, sehingga terbentuk budaya pangan yang lestari,” kata Chef Laode.

Ia juga menyoroti kecenderungan menurunnya konsumsi pangan lokal, yang berdampak pada berkurangnya minat petani untuk membudidayakannya. Fenomena ini diperburuk dengan semakin populernya makanan cepat saji di kalangan ibu-ibu rumah tangga dan generasi muda, yang perlahan-lahan mengikis kecintaan terhadap masakan tradisional dan budaya kuliner lokal.

“Karena itu, inisiatif dari BI ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, sekaligus melestarikan budaya kuliner Indonesia,” pungkasnya.

Redaksi

Komentar