Gubernur Sultra Siap Bangun Poros Wisata Sultra, Wujudkan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan di Kawasan Timur

SULTRA399 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari-  Di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR), Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menapaki babak baru dalam pembangunan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Langkah ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari visi besar Gubernur ASR untuk menjadikan Sultra sebagai poros wisata unggulan di kawasan timur Indonesia. Dengan mengusung konsep pariwisata terintegrasi lintas sektor, pembangunan resort tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Dari Konektivitas Hingga Kolaborasi Regional

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili, ide pembangunan resort premium ini berawal dari hasil pembicaraan antara Gubernur ASR dengan Gubernur Sulawesi Selatan. Kedua kepala daerah berkomitmen untuk menciptakan jaringan wisata premium yang saling terhubung antarprovinsi di Pulau Sulawesi.

“Gagasan ini muncul dari diskusi lintas provinsi agar destinasi wisata unggulan di Sulawesi tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dan memperkuat satu sama lain,” jelas Belli.

Salah satu tantangan utama yang menjadi perhatian Gubernur ASR adalah konektivitas antarwilayah. Dengan kondisi geografis Sultra yang luas dan terdiri atas banyak pulau, jarak tempuh menjadi salah satu hambatan utama pengembangan wisata.

BACA JUGA  Gubernur Sultra Tinjau Aset Pemprov di Nanga-Nanga, Bentuk Tim Bahas Pemanfaatan Lahan

“Kalau di Pulau Jawa, jarak tertentu bisa ditempuh dalam 11 jam. Di Sultra, untuk jarak yang sama, bisa memakan waktu hingga 18 jam. Ini yang ingin kita perbaiki dengan pembangunan infrastruktur yang lebih efisien,” tambahnya.

Oleh karena itu, pembangunan resort premium ini tidak berdiri sendiri, tetapi akan dibarengi dengan peningkatan akses jalan, transportasi laut, dan infrastruktur pendukung agar mobilitas wisatawan dan distribusi logistik berjalan lancar.

Menyiapkan Titik-Titik Investasi Strategis

Dinas Pariwisata Sultra telah melakukan pemetaan awal terhadap beberapa lokasi potensial untuk pengembangan resort premium, di antaranya Pulau Pendek, Pulau Liwutongkidi di Buton Selatan, Teluk Lande dan Pulau Siompu.

Lokasi-lokasi tersebut memiliki potensi luar biasa, baik dari sisi keindahan alam, kekayaan bawah laut, maupun aksesibilitasnya terhadap jalur wisata nasional. Beberapa di antaranya bahkan telah menarik minat calon investor, baik domestik maupun internasional, yang tertarik dengan konsep eco-luxury tourism atau wisata mewah yang ramah lingkungan.

BACA JUGA  Gubernur Sultra Usulkan Pembangunan Asrama Haji di Kendari, Menag Berikan Dukungan

“Kami sedang menyiapkan konsep pengembangan dan investor yang sesuai. Inspirasi datang dari keberhasilan dive resort di Wakatobi, yang berhasil menempatkan Sultra di peta wisata dunia,” ungkap Belli Harli Tombili.

Dari Toraja ke Kendari, Membangun Sinergi Se-Sulawesi

Langkah pembangunan resort premium ini juga merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama antar-Gubernur se-Sulawesi yang disepakati dalam seminar nasional “The Legend of Pongtiku” di Toraja, Sulawesi Selatan, pada Juli 2025 lalu.

Dalam forum itu, para gubernur sepakat memperkuat kerja sama pengembangan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan se-Pulau Sulawesi. Kesepakatan tersebut mencakup promosi bersama, pembangunan infrastruktur pendukung lintas provinsi, serta pertukaran sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Rencana pembangunan resort premium di Sultra menjadi implementasi nyata dari kesepakatan tersebut. Dengan dukungan kuat dari pemerintah daerah, investor, dan masyarakat, resort ini diharapkan menjadi magnet baru wisatawan dan ikon kebangkitan pariwisata Sulawesi. (Adv)

Redaksi

 

Komentar