IndeksSultra.com, Kendari- Gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari mencatat hasil transaksi mengesankan.
Hingga pukul 13.30 WITA, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 834,5 miliar, menandai tingginya antusiasme dan potensi kerja sama ekonomi kedua provinsi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rincian capaian tersebut. Menurutnya, angka transaksi besar itu menunjukkan bahwa hubungan perdagangan antara Jatim dan Sultra semakin kuat dan saling menguntungkan.
“Hingga pukul 13.30, nilai transaksinya mencapai 834,5 miliar. Jatim menjual 654,2 miliar dan Jatim membeli 180,26 miliar,” terang Khofifah dalam sesi pemaparan.
Transaksi tersebut terdiri dari sepuluh komoditas yang ditawarkan Jawa Timur dan tujuh komoditas yang dibeli dari Sulawesi Tenggara. Capaian ini disebut menjadi salah satu hasil terbaik sepanjang pelaksanaan misi dagang lintas daerah.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR), menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan di Kendari merupakan putaran ke-47 dari Misi Dagang Jawa Timur, yang selama ini dikenal aktif menjembatani konektivitas ekonomi antarwilayah.
“Hari ini kita melaksanakan misi perdagangan yang merupakan putaran ke-47. Ke depan kita tidak bisa bekerja sendiri—bukan lagi soal kompetisi, tetapi kolaborasi,” ujar ASR.
Ia menambahkan bahwa sinergi kedua provinsi telah diperkuat melalui langkah konkret, termasuk kolaborasi sektor perbankan dengan bergabungnya Bank Sultra dan Bank Jatim dalam satu skema kelompok usaha bank (KUB). “Sebelum industri kreatif, kita sudah menggabungkan dua bank agar kolaborasinya semakin kuat,” lanjutnya.
Meski waktu penutupan formal transaksi ditetapkan pada pukul 17.00 WITA, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa proses bisnis antara pelaku usaha tidak dibatasi waktu. Banyak peserta yang disebut akan tetap berada di Kendari beberapa hari untuk melanjutkan penjajakan kerja sama.
“Transaksi tidak terbatas waktu. Closing date tetap pukul 17.00 sebagai penanda formal, tetapi proses tindak lanjut akan terus berjalan,” jelas Khofifah.
Sebagai bentuk komitmen memperkuat hubungan dagang, ASR memastikan bahwa Sulawesi Tenggara akan melakukan kunjungan balasan ke Jawa Timur. Langkah tersebut bertujuan memperdalam kerja sama, memastikan tindak lanjut, dan membuka peluang investasi lanjutan.
Dengan capaian transaksi yang tinggi dan semangat kolaboratif kedua pimpinan daerah, Misi Dagang Jatim–Sultra di Kendari dinilai menjadi salah satu momentum penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional.***
Redaksi







Komentar