Akhiri 2025, BAZNAS Sultra Salurkan Dana ZIS Rp115 Juta untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

SULTRA280 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menutup rangkaian pendistribusian dan pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2025 dengan menyalurkan bantuan kepada ratusan penerima manfaat.

Penyerahan bantuan tahap akhir ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, didampingi Kepala BAZNAS Sultra, Punardin, Rabu 24 Desember 2025.

Pada pendistribusian terakhir tahun ini, BAZNAS Sultra menyalurkan bantuan kepada 113 penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp115 juta.

Bantuan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk mendukung usaha produktif masyarakat sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi.

Kepala BAZNAS Sultra, Punardin, menjelaskan bahwa mayoritas bantuan berupa paket sembako diberikan kepada 100 pegawai non-ASN dengan penghasilan di bawah Rp3 juta per bulan, termasuk petugas kebersihan dan tenaga pengamanan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, bantuan produktif juga disalurkan untuk pengembangan usaha perbengkelan dan usaha kecil.

BACA JUGA  Ribuan Warga Hadiri Jumat Berkah, Gubernur Sultra Tegaskan Komitmen Sosial

“Sebanyak satu orang menerima bantuan usaha perbengkelan dan 12 orang lainnya mendapatkan bantuan usaha kecil. Wilayah sebarannya mencakup Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan,” ungkap Punardin.

Dikatakan, sepanjang tahun 2025 BAZNAS Sultra telah menyalurkan dana umat dengan total mencapai sekitar Rp860 juta.

Penyaluran tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan, di mana dana yang terkumpul harus disalurkan maksimal dalam waktu tiga bulan sebagai bentuk komitmen pengelolaan yang amanah dan tepat waktu.

BACA JUGA  Charta Politika Indonesia Rilis ASR-Hugua Unggul 49,48 persen dari Tiga Rivalnya

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka memberikan apresiasi atas kinerja BAZNAS Sultra yang dinilainya konsisten dan transparan dalam mengelola dana umat.

Menurutnya, pengelolaan zakat yang profesional memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pendistribusian zakat ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga langkah strategis untuk mengangkat martabat masyarakat yang membutuhkan dan memperkuat solidaritas sosial,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia juga mendorong BAZNAS untuk terus berinovasi agar semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga utama penyalur zakat, infak, dan sedekah. Gubernur menegaskan bahwa kepercayaan muzaki merupakan modal utama dalam memperbesar dampak sosial zakat di Sulawesi Tenggara.***

Redaksi

Komentar