Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto menegaskan bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan telah mengubah secara signifikan pola pemasaran dan cara pelaku usaha menjangkau konsumen.
“Pelaku usaha dan generasi muda harus adaptif terhadap perubahan. AI bukan lagi teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi alat strategis untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa,” ujar Sahuriyanto.
Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa, serta masyarakat umum yang tertarik mengembangkan usaha berbasis digital. Mereka dibekali berbagai materi praktis, mulai dari pengenalan dasar AI untuk pemasaran, riset pasar dan penyusunan persona pembeli berbasis AI, hingga pembuatan konten teks, gambar, dan video dengan teknologi kecerdasan buatan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran terkait optimasi kampanye digital serta analisis data pemasaran untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat. Seluruh materi disampaikan oleh instruktur yang berpengalaman di bidang pemasaran digital dan teknologi informasi.
Pelaksanaan DEA Batch XXI ini juga menjadi wujud kolaborasi antara Pemerintah Kota Kendari, BBPSDMP Kominfo Makassar, dan Universitas Mandala Waluya. Sinergi lintas institusi tersebut diharapkan mampu melahirkan wirausaha digital yang inovatif dan berdaya saing tinggi di tengah percepatan transformasi digital.
Melalui program ini, Pemkot Kendari berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menyusun rencana aksi dan mengimplementasikan keterampilan yang didapat untuk mengembangkan usaha masing-masing.
Program DEA dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari.***
Redaksi
Komentar