IndeksSultra.com, Jeneponto- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi kembali memperkuat komitmennya dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pelaksanaan management patrol di proyek Gardu Induk (GI) 150 kV Punagaya, Sulawesi Selatan, Selasa 2 Desember 2025.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan di lapangan berjalan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan.
Patroli manajemen dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan PLN UIP Sulawesi sebagai bentuk pengawasan proaktif. Selain memantau kepatuhan terhadap prosedur K3, manajemen juga melakukan evaluasi kondisi lapangan, menyerap masukan dari pekerja, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan proyek.
Manager Unit Pelaksana Proyek (MUPP) Sulawesi Selatan, Ronald Paschalis Foudubun, menyampaikan bahwa pekerjaan saat ini berfokus pada pemindahan konduktor dan pembongkaran post isolator 150 kV pada GI Punagaya Extension.
“Pengaturan area kerja dilakukan secara sistematis untuk meminimalkan risiko. Area bertegangan diberi penanda bendera merah sebagai zona bahaya, sementara area bebas tegangan ditandai bendera hijau dan ditetapkan sebagai area kerja aman,” jelas Ronald.
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa K3 merupakan budaya kerja yang harus melekat pada setiap insan PLN, bukan sekadar kewajiban regulatif.
“Keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian, tetapi juga dari keselamatan pekerja. Target kami adalah nihil kecelakaan kerja atau zero accident,” ujarnya.
Wisnu juga mengapresiasi kedisiplinan para pekerja yang telah mematuhi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), khususnya pada pekerjaan di ketinggian. Seluruh teknisi disebut telah menggunakan full body harness lengkap dengan hook pengaman sesuai ketentuan.
Melalui management patrol yang dilaksanakan secara berkala, PLN UIP Sulawesi terus menanamkan budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan terkendali.
Upaya ini sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan.***
Redaksi







Komentar