Ekspor Langsung Perdana dari Kendari ke China, Pemprov Sultra Sebut Tonggak Penguatan Industri Daerah

SULTRA456 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menilai pelepasan ekspor langsung (direct export) sebanyak 46 kontainer produk industri dari Kendari ke Lianyunggang, China.

Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kinerja ekspor dan industri daerah. Ekspor perdana tersebut berlangsung di Terminal Peti Kemas Kendari New Port, Rabu 28 Januari 2026.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka mengatakan pengiriman langsung ke pasar internasional ini menandai kesiapan infrastruktur pelabuhan dan sistem logistik daerah yang semakin efisien dan kompetitif.

“Ekspor langsung ini menunjukkan bahwa infrastruktur pelabuhan, layanan logistik, dan sistem ekspor di Sulawesi Tenggara telah semakin siap dan berdaya saing,” jelasnya.

Ia menegaskan, Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya mineral yang besar dan perlu dikelola melalui penguatan industri dan hilirisasi, bukan sekadar mengekspor bahan mentah.

BACA JUGA  Lantik Sembilan BPD KKSS Di Sultra, ASR: Mari Kita Saling Merangkul

Menurutnya, pengolahan sumber daya mineral melalui industri akan memberikan nilai tambah ekonomi, mendorong alih teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah. Namun demikian, pembangunan industri harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Pada ekspor perdana ini, volume pengiriman produk feronikel tercatat mencapai 1.015 ton dengan nilai sekitar USD 2,95 juta atau setara Rp49,27 miliar. Capaian tersebut dinilai sebagai langkah awal strategis dalam memperkuat posisi Sulawesi Tenggara dalam perdagangan internasional.

Gubernur berharap jalur ekspor langsung melalui Kendari New Port dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pelaku usaha, termasuk perusahaan BUMN dan sektor pertambangan lainnya.

BACA JUGA  ASR Berikan Semangat Pada Simpatisan dan Pendukung untuk Raih Kemenangan di Pilkada Sultra

“Kami berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan jalur ekspor langsung ini sehingga nilai tambah ekonomi dapat kembali dan dirasakan oleh daerah,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Kendari, Herryanto, menyampaikan bahwa penerapan direct export memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi logistik serta pencatatan ekspor daerah.

“Jika sebelumnya kontainer harus melalui pelabuhan lain seperti Makassar, Jakarta, atau Surabaya, kini kontainer dari Kendari bisa langsung dikirim ke negara tujuan,” kata Herryanto.

Ia menambahkan, dengan skema ekspor langsung, seluruh proses administrasi dan pencatatan ekspor kini dilakukan di Kendari, sehingga komoditas yang dikirim tercatat sebagai ekspor Sulawesi Tenggara.***

Redaksi

Komentar