Rakerprov KONI Sultra Tegaskan Pembinaan Atlet Berkelanjutan dan Perhatian pada Masa Depan Atlet

OLAHRAGA, SULTRA415 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari– Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) sebagai forum strategis untuk merumuskan arah pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga daerah secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Sultra serta Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka.

Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar melaporkan capaian kontingen Sultra pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Kudus. Meski menghadapi berbagai keterbatasan dan baru dilantik, atlet Sultra mampu membawa pulang sembilan medali dari sejumlah cabang olahraga.

“Alhamdulillah, seluruh cabang olahraga yang bertanding berhasil menyumbangkan medali, meskipun belum ada emas. Ke depan, insyaallah pada PON Beladiri berikutnya Sultra harus mampu meraih medali emas,” ujar Andi Ady Aksar.

Ia juga menegaskan komitmen KONI Sultra untuk memberikan bonus kepada atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah. Menurutnya, Rakerprov menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan dan menetapkan kebijakan strategis demi kemajuan olahraga Sultra.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pengembangan olahraga di Sultra harus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan melalui dua pendekatan utama, yakni pembinaan dan pemeliharaan atlet.

BACA JUGA  Wagub Sultra Dorong Hilirisasi dan Ekspor Non-Tambang untuk Perkuat Ekonomi Daerah

“Dalam program itu ada pembinaan dan pemeliharaan. Atlet yang belum berprestasi perlu dibina melalui proses yang tepat, sementara atlet yang sudah berprestasi harus dipelihara agar prestasinya minimal tetap bertahan,” ujar Gubernur.

Ia menekankan bahwa pengelolaan atlet tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi semata, tetapi juga harus memperhatikan masa depan atlet, khususnya di bidang pendidikan. Menurutnya, jangan sampai upaya mengejar prestasi justru mengorbankan masa depan atlet.

“Jangan sampai demi prestasi, masa depan atlet justru terabaikan. Ini harus diatur dengan baik,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa di sejumlah negara, olahraga telah berkembang menjadi industri profesional. Meski Sulawesi Tenggara belum sepenuhnya berada pada tahap tersebut, ia optimistis arah pengembangan olahraga ke depan dapat menuju ke sana.

Terkait fasilitas olahraga, Andi Sumangerukka menilai sejumlah cabang olahraga unggulan Sultra, seperti dayung dan renang, telah menjadi identitas daerah. Ia menyoroti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi atlet Sultra untuk berprestasi.

“Dengan fasilitas yang minim saja bisa juara, apalagi kalau fasilitasnya memadai. Ini yang harus kita pikirkan bersama ke depan,” katanya.

BACA JUGA  Siswa SMP Negeri 1 Kendari Raih Emas di Kejuaraan Panahan Saad Archery Junior Championship 2025

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menanggapi persoalan aset-aset KONI Sultra yang dilaporkan hilang. Ia menegaskan bahwa persoalan aset bukan bersifat personal, melainkan berkaitan langsung dengan pemerintah dan aspek hukum, mengingat aset tersebut bersumber dari anggaran negara.

“Kalau aset, itu urusannya dengan pemerintah dan hukum. Karena anggarannya dari pemerintah, tentu ada mekanisme hukum yang mengaturnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelesaian persoalan aset pada prinsipnya tinggal menunggu pihak yang bertanggung jawab untuk menertibkan dan mengembalikannya sesuai ketentuan.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Gubernur mengakui adanya keterbatasan dukungan pendanaan untuk sektor olahraga. Meski demikian, ia tetap optimistis berbagai kegiatan olahraga, termasuk event nasional, kejuaraan daerah, hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), tetap dapat dilaksanakan dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia.

“Efisiensi pasti ada, tetapi kalau kita bisa memaksimalkan apa yang ada, saya yakin kegiatan olahraga tetap bisa berjalan,” pungkasnya.***

Redaksi

Komentar