IndeksSultra.com, Kendari- Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakewil) Hidayatullah Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, Rabu 28 Januari 2026.
Rakewil yang berlangsung hingga 30 Januari 2026 tersebut mengangkat tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Sulawesi Tenggara Mandiri dan Berpengaruh.”
Dalam sambutannya, Sudirman menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi Hidayatullah dalam bidang dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan umat, baik di Kota Kendari maupun di wilayah Sulawesi Tenggara secara umum.
Menurutnya, Rakewil merupakan forum strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi dan konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi wadah perumusan program dakwah dan sosial yang lebih terarah serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Rakewil ini diharapkan mampu melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas,” ujar Sudirman.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kendari membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam upaya membangun masyarakat yang religius, berakhlak, cerdas, dan berdaya saing.
Menutup sambutannya, Sudirman berharap Rakewil Hidayatullah Sultra 2026 dapat menghasilkan keputusan dan program kerja terbaik yang membawa keberkahan serta berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Lutfiudrin, S.S., M.Pd, menyampaikan bahwa Hidayatullah Sultra terus mengalami pertumbuhan, baik dari sisi kelembagaan, pendidikan, maupun pengelolaan pesantren.
“Saat ini Hidayatullah Sultra telah mengelola puluhan pesantren dengan berbagai jenjang, termasuk pengembangan pesantren mahasiswa sebagai upaya membina generasi muda agar memiliki fondasi keagamaan yang kuat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta lembaga strategis, termasuk Bank Indonesia, guna memperkuat kelembagaan dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren di Sulawesi Tenggara.***
Redaksi







Komentar