Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan di jalan raya, khususnya di kalangan profesional yang memiliki mobilitas tinggi.
“Keselamatan berkendara harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban. Sebagian besar kecelakaan terjadi karena faktor manusia, sehingga disiplin dan kebiasaan baik menjadi kunci utama pencegahan,” ujar Wanny dalam sesi pemaparan materi.
Pada sesi teori, peserta dibekali pemahaman mengenai penyebab kecelakaan lalu lintas, pentingnya menjaga fokus saat berkendara, serta penggunaan perlengkapan keselamatan sesuai standar. Wanny juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan.
“Safety check sederhana seperti memeriksa kondisi ban, rem, lampu, dan bahan bakar sering dianggap sepele. Padahal, langkah kecil ini bisa mencegah risiko besar di jalan,” tambahnya.
Memasuki sesi praktik, peserta mendapat kesempatan menjajal langsung Honda CUV-e, salah satu motor listrik Honda. Dalam sesi ini, instruktur memperagakan teknik dasar berkendara, termasuk cara menikung yang stabil serta penggunaan fitur Reverse Assist untuk memudahkan manuver di area sempit.
Wanny menilai, pengenalan motor listrik juga menjadi bagian penting dalam mendukung adaptasi terhadap perkembangan teknologi otomotif ramah lingkungan.
“Kami ingin peserta tidak hanya paham soal keselamatan, tetapi juga siap menghadapi perubahan teknologi kendaraan. Motor listrik menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dan lebih efisien,” jelasnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terutama saat mencoba langsung sensasi berkendara motor listrik yang senyap dan responsif.
Melalui edukasi ini, Asmo Sulsel berharap kesadaran keselamatan berkendara semakin meluas di lingkungan perusahaan dan mampu membentuk pengendara yang lebih bertanggung jawab, disiplin, serta adaptif terhadap inovasi otomotif masa kini.
Komentar