Bulog Sultra Optimalkan Program Klik SPHP, Distribusi dan Harga Beras Terus Diawasi

EKONOMI, SULTRA428 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Perum Bulog Sulawesi Tenggara terus memperkuat distribusi beras melalui program Klik SPHP guna memastikan pasokan tetap merata dan harga terkendali di tingkat pasar.

Melalui skema tersebut, para pedagang dapat mengajukan permintaan kebutuhan beras secara langsung dan mengambil pasokan sesuai jadwal distribusi harian yang telah ditetapkan.

Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kelancaran suplai, khususnya menjelang momen meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Untuk menjaga pemerataan distribusi, setiap pedagang dibatasi maksimal dua ton dalam setiap kali pengambilan. Di Pasar Mandonga, tercatat sebanyak 23 pengecer aktif menerima pasokan dari Bulog. Secara keseluruhan, lebih dari 200 pedagang pengecer di berbagai pasar menjadi bagian dari jaringan pantauan distribusi Bulog Sultra.

BACA JUGA  Indosat Dorong Transformasi Digital Ritel Lewat Indonesia AI Day

Selain memastikan kelancaran suplai, Bulog juga melakukan pemantauan harga secara intensif. Saat ini, harga beras premium di pasaran berkisar Rp14.500 per kilogram. Sementara itu, harga yang disalurkan melalui Bulog sebesar Rp15.500 per kilogram, masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per kilogram.

Manajer Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Sultra, Yusran Yunus, menegaskan bahwa pengawasan terhadap pedagang terus dilakukan secara berkala. Jika ditemukan pelanggaran harga di atas HET, Bulog akan memberikan sanksi tegas.

BACA JUGA  Segarkan Birokrasi Sultra, Gubernur Andi Sumangerukka Lantik 270 Pejabat

“Kami terus melakukan kontrol di lapangan. Apabila ada pedagang yang menjual di atas HET, akan diberikan sanksi mulai dari teguran hingga pemutusan pasokan,” tegas Yusran.

Dengan strategi distribusi langsung dan pengawasan ketat, Bulog Sultra optimistis stabilitas pasokan dan harga beras tetap terjaga di wilayah Sultra.***

Komentar