Indeksultra.com, Makassar- Memasuki musim hujan yang disertai angin kencang dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, risiko kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan.
Kondisi jalan yang basah dan licin memang menjadi faktor pemicu, namun kesalahan pengendara turut berperan besar dalam terjadinya kecelakaan.
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah tidak menyesuaikan kecepatan saat hujan. Banyak pengendara menganggap hujan sebagai kondisi biasa sehingga tetap melaju dengan kecepatan normal.
Padahal, jarak pengereman di jalan basah lebih panjang dan tingkat visibilitas menurun akibat percikan air, kabut, hingga pantulan cahaya dari genangan.
Selain itu, kurangnya fokus saat berkendara di tengah hujan juga menjadi faktor risiko. Kondisi tubuh yang lelah, kedinginan, atau terburu-buru ingin segera tiba di tujuan sering membuat pengendara abai terhadap situasi sekitar.
Faktor kelalaian manusia ini menjadi salah satu penyumbang terbesar kecelakaan, terutama saat cuaca tidak bersahabat.
Asmo Sulsel turut menyoroti kebiasaan pengendara yang kurang memperhatikan perlengkapan berkendara. Penggunaan helm berwarna gelap saat hujan deras, misalnya, dinilai dapat mengurangi visibilitas di mata pengguna jalan lain.
Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, menyarankan penggunaan helm berwarna cerah agar pengendara lebih mudah terlihat dan tetap memiliki pandangan yang jelas dalam kondisi hujan.
Kesalahan lain yang kerap diabaikan adalah tidak melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara. Padahal, pengecekan sederhana seperti kondisi rem, ban, lampu, serta memastikan tubuh dalam keadaan prima dapat meminimalkan risiko kecelakaan. Safety check hanya membutuhkan waktu singkat, namun berdampak besar terhadap keselamatan.
Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menegaskan bahwa perubahan cuaca harus diikuti perubahan perilaku berkendara.
“Musim hujan menuntut pengendara untuk lebih sadar akan risiko. Kesalahan kecil seperti kurang fokus, tidak melakukan safety check, atau salah memilih perlengkapan bisa berdampak besar. Helm berwarna cerah dan berstandar SNI, serta pengecekan kendaraan sebelum jalan, menjadi langkah sederhana namun krusial untuk menjaga keselamatan,” ujar Habib.
Melalui edukasi safety riding yang terus digencarkan, Asmo Sulsel mengajak masyarakat agar tidak hanya mengandalkan keterampilan berkendara, tetapi juga membangun kesadaran dan sikap disiplin demi keselamatan bersama di jalan raya.***
Redaksi







Komentar