OJK dan BI Luncurkan PIDI, Cetak Talenta Digital untuk Perkuat Industri Keuangan Nasional

EKONOMI, NASIONAL278 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- Transformasi digital di sektor keuangan memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) resmi menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai wadah pengembangan talenta dan inovasi digital di industri jasa keuangan.

Peluncuran inisiatif ini ditandai dengan penyelenggaraan DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar di Kantor Bank Indonesia, Senin, dan diikuti secara hybrid oleh sekitar 1.300 peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, komunitas digital, pesantren, hingga pelaku usaha jasa keuangan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa kolaborasi antarregulator menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang siap menjadi motor inovasi digital nasional.

“Kita bersinergi membangun generasi penerus yang mampu menghadirkan inovasi digital yang berdampak nyata bagi sektor jasa keuangan,” ujarnya.

BACA JUGA  Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

Melalui PIDI, peserta akan menjalani proses kaderisasi, pembinaan, serta pelatihan intensif agar mampu menghasilkan solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan siap diimplementasikan. Program DIGDAYA difokuskan pada penguatan kapasitas melalui mentoring dan jejaring industri, sementara Hackathon menjadi ruang eksperimen inovasi untuk menjawab tantangan nasional secara kolaboratif.

OJK menilai digitalisasi telah mendorong inovasi bisnis dan memperluas inklusi keuangan. Namun, di sisi lain, percepatan tersebut juga menuntut penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta pelindungan konsumen.

Friderica menekankan bahwa regulator telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk memitigasi risiko digital, termasuk pembentukan Indonesia Anti-Scam Center sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat dalam bertransaksi.

BACA JUGA  PLN UIP Sulawesi Fasilitasi Penyusunan SOP Tanggap Darurat untuk Warga Katimbang

PIDI diharapkan menjadi ekosistem inovasi yang tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga memastikan setiap solusi yang lahir memiliki tata kelola yang baik, relevan dengan kebutuhan industri, serta bertanggung jawab terhadap sistem keuangan nasional.

Program ini juga mendapat dukungan berbagai pemangku kepentingan industri, seperti ASPI, AFTECH, APUVINDO, YPPI, dan LPPI, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut.

Registrasi Hackathon 2026 resmi dibuka mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026 untuk kategori profesional dan mahasiswa. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi pidi.id.

Melalui PIDI, OJK dan BI menegaskan komitmennya membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Komentar