Peringati HPSN, PT Vale Ajak Siswa Morowali Praktik Langsung Kelola Sampah dan Budidaya Maggot

RAGAM9 Dilihat

IndeksSultra.com, Morowali- Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dimanfaatkan PT Vale Indonesia Tbk untuk memperkuat literasi lingkungan di kalangan pelajar.

Melalui program “Vale Goes to School” yang digelar pada 10–11 Februari 2026, perusahaan menyambangi SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur guna memberikan edukasi pengelolaan sampah secara bijak.

Kegiatan ini menjadi respons atas meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di Morowali seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri. Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Dalam sesi kelas, para siswa diperkenalkan pada konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang jika limbah tidak dikelola dengan benar. Materi dikemas secara visual dan interaktif agar mudah dipahami, sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa.

BACA JUGA  Apoteker UHO Angkatan XIV Warnai Peringatan HKN ke-61 dengan Edukasi dan Aksi Sehat di Kendari

Tak hanya teori, siswa juga diajak melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui kunjungan ke fasilitas TPS3R Onepute Jaya, yang dibangun perusahaan dan dikelola oleh LPM Valone Jaya. Di lokasi tersebut, mereka menyaksikan proses pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah demonstrasi budidaya maggot menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF). Metode ini dinilai efektif mempercepat penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan pakan ternak bernilai ekonomis.

Agar materi lebih membekas, siswa mengikuti permainan edukatif pilah sampah. Melalui kompetisi sederhana, mereka mempraktikkan cara mengelompokkan sampah dengan tepat dalam waktu terbatas.

Kepala SMPN 2 Bahodopi, Misdar, menyebut kegiatan tersebut memberi pengalaman nyata bagi siswa dalam memahami perbedaan sampah organik dan anorganik. Hal senada disampaikan Kepala SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan, yang menilai kunjungan langsung ke fasilitas pengolahan sampah mampu menumbuhkan kepedulian siswa.

BACA JUGA  Pemulihan Towuti Pasca-Kebocoran Pipa Minyak Dilakukan Secara Transparan dan Berkeadilan

Mewakili manajemen perusahaan, Environment Engineer PT Vale, Nur Rasyidah Lacinu, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam bidang pendidikan lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau industri, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap sekolah dapat mengembangkan inisiatif lanjutan seperti pembentukan bank sampah dan kelompok peduli lingkungan. PT Vale meyakini perubahan perilaku dapat dimulai dari ruang kelas, lalu meluas ke rumah dan lingkungan sekitar, sehingga siswa dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Morowali.

Komentar