Aris menjelaskan, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan secara daring hingga 28 Februari 2026. Calon siswa dapat memperoleh informasi lengkap melalui akun media sosial resmi @sekolahgaruda.ri.
“Seleksi dilaksanakan secara nasional oleh Kemendiktisaintek, meliputi seleksi administrasi, tes akademik, tes psikologi, wawancara, hingga tes kesehatan,” ujarnya.
SMA Unggul Garuda dirancang dengan standar pendidikan tinggi yang berfokus pada penguatan akademik berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Sekolah ini juga menerapkan sistem asrama serta pembinaan intensif untuk persiapan kompetisi tingkat global.
Menurut Aris, konsep sekolah tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yakni membuka akses seluas-luasnya bagi siswa berbakat, mendorong prestasi akademik, serta menanamkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Pada 2026, Pemerintah Indonesia meluncurkan 16 Sekolah Garuda di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, empat sekolah dibangun baru dari awal (greenfield), dan salah satunya berlokasi di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sekolah ini berdiri di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi Sultra yang sebelumnya merupakan kompleks perkantoran UPTD Dinas Perkebunan dan Hortikultura.
Aris menegaskan, terpilihnya Sultra sebagai lokasi pembangunan sekolah baru merupakan hasil kerja keras dan komunikasi strategis pemerintah daerah.
“Ini patut kita banggakan. Dari sekian banyak provinsi, satu dari empat sekolah Garuda baru dibangun di Sultra. Hal ini tidak lepas dari upaya dan arahan Bapak Gubernur Andi Sumangerukka,” katanya.
Selain membuka pendaftaran siswa, SMA Unggul Garuda Sultra juga tengah merekrut tenaga pendidik profesional. Dengan sistem seleksi yang ketat dan transparan, sekolah ini diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.***
Redaksi
Komentar