Bank Sultra Bagikan Dividen 75 Persen dari Laba 2025 untuk Perkuat APBD Daerah

EKONOMI, SULTRA224 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) memastikan akan menyalurkan dividen sebesar 75 persen dari laba bersih tahun buku 2025 kepada seluruh pemerintah daerah pemegang saham.

Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta mendukung pembangunan di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara.

Sepanjang tahun buku 2025, Bank Sultra mencatat laba bersih sebesar Rp419,6 miliar, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp418,4 miliar.

Secara kumulatif sejak 2020, laba bersih bank daerah tersebut telah tumbuh signifikan hingga 61,38 persen.

Penyaluran dividen ini menjadi salah satu kontribusi nyata Bank Sultra dalam mendukung pembangunan daerah, karena dana tersebut akan disetorkan secara proporsional ke rekening kas daerah masing-masing pemegang saham.

Gubernur Sulawesi Tenggara sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP), Andi Sumangerukka, memberikan apresiasi atas kinerja positif yang dicapai Bank Sultra. Ia menegaskan bahwa bank daerah harus menjadi motor penggerak pembangunan serta mitra strategis pemerintah daerah.

BACA JUGA  Polda Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah, 1.500 Karung Beras Disiapkan untuk Warga

“Bank Sultra harus menjadi solusi daerah dan mitra utama bagi para bupati dan wali kota dalam membiayai proyek strategis serta memberdayakan UMKM di wilayah masing-masing,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan daya saing Bank Sultra agar mampu bersaing dengan bank nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sultra Andri Permana Diputra Abubakar menjelaskan bahwa kinerja positif perusahaan ditopang oleh pertumbuhan sektor produktif. Kredit Modal Kerja tercatat tumbuh 23,50 persen dan Kredit Investasi meningkat 37,16 persen sepanjang tahun 2025.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM serta program KUR alat dan mesin pertanian (Alsintan) juga turut mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekaligus ketahanan pangan daerah.

BACA JUGA  Pemerintah Pusat dan Sultra Bersinergi Percepat Pembentukkan Koperasi Merah Putih

Meski melakukan ekspansi kredit, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross Bank Sultra berada di level 0,89 persen, jauh di bawah batas maksimal regulator sebesar 5 persen.

Selain kinerja keuangan, Bank Sultra juga mencatat kemajuan dalam transformasi digital. Sepanjang 2025, jumlah pengguna layanan Bank Sultra Mobile meningkat 28,02 persen, sementara frekuensi transaksi melalui QRIS melonjak hingga 1.371,73 persen.

Memasuki tahun 2026, Bank Sultra menargetkan total aset mencapai Rp14,93 triliun dengan berbagai inovasi layanan, termasuk peluncuran internet banking, fitur cardless withdrawal, serta pengembangan produk pembiayaan ramah lingkungan (green financing).

Manajemen Bank Sultra berharap kinerja positif tersebut dapat terus berlanjut sehingga bank daerah ini tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Sulawesi Tenggara.***

Redaksi

Komentar