Gubernur ASR Cairkan Rp63 Miliar untuk Tunjangan dan THR Guru se-Sultra

PENDIDIKAN, SULTRA142 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka secara resmi menyalurkan dana fantastis senilai total Rp63 miliar yang diperuntukkan bagi Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR), hingga Gaji ke-13 tahun 2025.

Penyaluran dana besar ini ditandai dengan penyerahan simbolis oleh Gubernur ASR kepada perwakilan guru SMA, SMK, dan SLB se-Sultra di Aula Kantor Gubernur Sultra, Rabu 11 Maret 2026.

Gubernur menegaskan bahwa pencairan anggaran ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan wujud nyata penghormatan pemerintah terhadap dedikasi para guru.

Di tengah suasana Ramadan, dana ini diharapkan menjadi “napas lega” bagi para guru untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta persiapan merayakan hari kemenangan.

BACA JUGA  Sambut Nataru, Gubernur Sultra Tegaskan Kesiapsiagaan Bencana Bukan Sekadar Seremonial

“Kami berharap ini bisa membantu para guru, terutama dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran. Gunakanlah secara bijak, baik untuk keluarga maupun penunjang aktivitas sebagai pendidik,” jelasnya.

Dikatakan, kesejahteraan guru adalah kunci utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Anoa.

Menurutnya, guru adalah arsitek masa depan yang memegang peran strategis, sehingga perhatian terhadap kelayakan hidup mereka menjadi prioritas pemerintah daerah.

Namun, sejalan dengan peningkatan kesejahteraan tersebut, Gubernur juga menitipkan pesan penting. Ia mendorong para guru di Sultra untuk terus bertransformasi, terutama dalam penguasaan teknologi.

BACA JUGA  Dijerat Pasal Perlindungan Anak, Guru Honorer Supriyani Didakwa Lima Tahun Penjara

“Kami mendorong guru agar lebih kreatif dan inovatif. Metode pengajaran harus semakin adaptif dengan perkembangan zaman agar kita bisa melahirkan generasi Sultra yang unggul dan kompetitif,” tambahnya.

Penyaluran TPG, THR, dan Gaji ke-13 yang dilakukan sekaligus ini diharapkan dapat memberikan dampak domino positif, tidak hanya bagi stabilitas ekonomi keluarga guru, tetapi juga pada semangat belajar-mengajar di lingkungan sekolah se-Sulawesi Tenggara.

Komentar