Memasuki hari ke-12 Ramadan 1447 Hijriah, Siska mengungkapkan bahwa sebagian ASN menyampaikan kekhawatiran apabila THR dicairkan terlalu awal.
“Sesuai aturan ya, sebenarnya kita mau secepatnya. Tapi ada beberapa masukan dari ASN tersebut, jangan katanya terlalu cepat, keburu habis. Orang mau pakai Lebaran, nanti pada saat hari-H nya sudah habis duitnya,” ujar Siska usai kegiatan di Kendari, Senin 2 Maret 2026.
Untuk itu, Pemkot berencana melakukan pemetaan atau sampling pendapat ASN di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dilakukan guna menentukan waktu pencairan yang dinilai paling tepat dan efektif bagi para pegawai.
“Kan ini masih 12 puasa, nanti kita sampling-lah masukannya mereka mau kapan ya seperti itu,” tambahnya.
Terkait besaran dan komponen THR, Siska memastikan seluruhnya akan mengacu pada ketentuan pemerintah pusat. Ia menegaskan, hak ASN tetap menjadi prioritas dan akan dibayarkan sesuai prosedur yang berlaku.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkot Kendari berharap pencairan THR tidak hanya tepat waktu secara administratif, tetapi juga tepat guna, sehingga dapat membantu ASN mempersiapkan kebutuhan Idul Fitri dengan lebih optimal dan tenang.***
Redaksi
Komentar