IndeksSultra.com, Kolaka- PT Vale Indonesia Tbk menggelar panen bersama program demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program yang merupakan bagian dari grup industri pertambangan MIND ID ini menjadi kelanjutan dari kegiatan penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025 di tiga desa binaan perusahaan, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.
Kegiatan panen bersama tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Akbar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti.
CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan program demplot padi berkelanjutan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, tidak hanya melalui sektor pertambangan tetapi juga melalui penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan menjadi prinsip penting dalam kegiatan operasional perusahaan, termasuk melalui inovasi yang mendorong ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, lembaga riset, dan kelompok tani dalam menciptakan solusi nyata untuk mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk visi kemandirian pangan yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Program demplot tersebut mengintegrasikan riset serta teknologi budidaya padi yang adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal dan ramah lingkungan. Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional.
Sejumlah varietas padi unggul turut diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan petani melakukan panen berulang tanpa penanaman ulang hingga delapan kali dalam satu kali tanam.
Head External Relation Growth PT Vale Endra Kusuma menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.
“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada para petani,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Kolaka Akbar mengapresiasi dukungan PT Vale dalam program ketahanan pangan di daerah tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan sangat penting untuk mendukung upaya swasembada pangan nasional.
Menurutnya, langkah PT Vale menunjukkan bahwa sektor industri tidak hanya berfokus pada pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Dari hasil panen yang dilakukan, program demplot ini menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton. Sementara pada lahan konvensional seluas 26 are, total produksi mencapai sekitar 15 ton dari enam varietas padi yang diuji.
Selain meningkatkan hasil produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu.
Salah seorang petani sekaligus pengurus Asosiasi Petani Organik Kolaka, Salmi, mengatakan pendekatan pertanian organik yang diterapkan dalam program tersebut mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik yang dapat diproduksi dari bahan di sekitar lingkungan membuat biaya produksi lebih rendah, sementara harga jual hasil panen relatif lebih baik dibandingkan metode konvensional sebelumnya.
Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian sendiri telah dijalankan sejak 2021 dan hingga Oktober 2025 telah melibatkan 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan.
Melalui program ini, PT Vale berharap model demplot padi berkelanjutan dapat menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.***
Redaksi







Komentar