IndeksSultra.com, Kendari- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan sterilisasi sementara di kawasan utama MTQ Kendari menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sultra.
Langkah ini diambil guna memperlancar arus logistik serta mendukung proses pembersihan dan penataan area secara menyeluruh.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, mengatakan selama masa sterilisasi tidak diperkenankan adanya aktivitas berjualan, baik di dalam venue maupun di sekitar kawasan MTQ.
“Tidak boleh lagi ada yang masuk sembarangan, termasuk berjualan. Kita fokus dulu pada arus logistik yang masuk dan pembenahan kawasan,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara dan diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua hari. Setelah seluruh proses penataan rampung, kawasan MTQ akan kembali dibuka dan aktivitas perdagangan akan dinormalisasi dengan pengaturan yang lebih tertib.
“Setelah penataan selesai, sebelum pembukaan, pelaku UMKM akan kembali diberi ruang untuk berjualan, namun dengan sistem yang lebih rapi,” jelasnya.
Di tengah persiapan tersebut, sejumlah tenan di dalam kawasan MTQ mulai dihias dan disiapkan untuk menampung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah telah menyiapkan sekitar 100 tenan resmi sebagai bagian dari program pemberdayaan yang diinisiasi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
Namun, dengan jumlah pelaku UMKM yang cukup besar di Kota Kendari, tidak seluruhnya dapat terakomodasi di dalam area utama. Oleh karena itu, proses seleksi dilakukan oleh Perumda dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata.
“Dari 100 tenan itu, tentu tidak semua UMKM bisa masuk. Ada proses seleksi agar yang terlibat benar-benar siap dari sisi produk dan pelayanan,” tambahnya.
Bagi pelaku UMKM yang belum mendapatkan tempat di dalam venue utama, pemerintah juga menyiapkan lokasi alternatif, meskipun dengan kapasitas terbatas.
Andi Syahrir menegaskan, penertiban ini bukan untuk membatasi aktivitas pelaku usaha, melainkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman selama perayaan berlangsung.
“Ini bukan untuk mematikan UMKM. Justru kita ingin menata agar aktivitas ekonomi tetap kondusif,” tegasnya.
Dengan penataan yang tengah dilakukan, Pemprov Sultra berharap perayaan HUT ke-62 Sultra dapat berjalan lancar sekaligus memberikan ruang usaha yang lebih tertib bagi pelaku UMKM di Kota Kendari.***
Redaksi







Komentar