IndeksSultra.com, Kendari- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra). Hal tersebut diketahui setelah 18 dosen Unsultra berhasil meraih pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat skema BIMA Tahun Anggaran 2026.
Capaian ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kualitas riset sekaligus daya saing akademik Unsultra di tingkat nasional.
Dari total penerima, 17 dosen sukses memperoleh hibah di bidang penelitian, terdiri atas 5 skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) dan 12 skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).
Sementara itu, satu dosen lainnya meraih pendanaan pada skema pengabdian kepada masyarakat melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Para dosen penerima hibah penelitian tersebut antara lain Hijriani, Winner Agustinus Siregar, Erwin Eka Saputra, Muhammad Ghazali Arrahim, Wa Ode Nur Saadha Rajuddin, Hasriati, Haerudin Tao, Irwan Lakawa, Ode Yahyu Herliany Yusuf, Ahmad Muhardin Hadmar, Muhamad Farih, Nur Aisyah, Nindy Ade Marsalena, M. Syahadat, Supriadi, Edy Abdurrahman Syahrir, dan Farra Sasmita. Adapun Wa Ode Intan Kurniawati menjadi satu-satunya penerima hibah pada skema pengabdian.
Rektor Unsultra, Prof. Jamhir, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini bukan sekadar peningkatan jumlah hibah, tetapi juga mencerminkan kualitas proposal dosen yang semakin kompetitif.
“Ini bukti bahwa dosen-dosen Unsultra mampu bersaing di tingkat nasional. Kami akan terus memperkuat kualitas riset dan pengabdian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsultra, Dr. Hijriani, S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi kuat antara dosen dan institusi dalam membangun ekosistem riset yang produktif.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerima hibah tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan LPPM, mulai dari penyusunan proposal hingga strategi publikasi luaran penelitian.
“Program BIMA menjadi instrumen penting untuk mendorong lahirnya riset inovatif dan pengabdian yang solutif. Kami berharap capaian ini terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai informasi, program BIMA dikenal sebagai salah satu skema pendanaan paling kompetitif di Indonesia. Setiap tahun, ratusan ribu proposal dari berbagai perguruan tinggi bersaing untuk mendapatkan hibah dengan kuota terbatas.
Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada perolehan pendanaan, tetapi juga melahirkan hasil riset yang inovatif, aplikatif, serta berdampak langsung bagi pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Dengan capaian tersebut, Unsultra kian mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis riset, sekaligus memotivasi sivitas akademika untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.***







Komentar