PLN Kerahkan Operasi “Jalur Darurat” 24 Jam untuk Pulihkan Listrik Aceh, TNI–Polri Turun Bantu Evakuasi Material

NASIONAL299 Dilihat

IndeksSultra.com, Langsa- Upaya pemulihan listrik di Aceh memasuki fase krusial setelah banjir besar meruntuhkan lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan dan merusak tujuh lainnya.

Kerusakan ini sempat memutus pasokan listrik Aceh dari sistem interkoneksi Sumatra. Namun di tengah medan berlumpur, cuaca ekstrim, dan akses yang terputus, ratusan personel PLN bergerak nyaris tanpa henti.

Di bawah komando langsung Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, operasi pemulihan digelar seperti mission rescue yang melibatkan ribuan tenaga dari berbagai provinsi.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meski harus melewati jalur yang licin dan membawa material secara manual. Ini kerja besar yang tidak mungkin berjalan tanpa dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat,” ujar Darmawan.

Medan Ekstrem: Angkut Material dengan Tangan, Bangun Tower Darurat di Tengah Lumpur

Lokasi kerusakan transmisi di jalur Langsa–Pangkalan Brandan berada di daerah yang terisolasi. Beberapa titik hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki sambil memanggul material.

BACA JUGA  Telkomsel Gerak Cepat, Pulihkan Jaringan dan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan 1.476 personel dari berbagai unit PLN se-Indonesia, mulai dari tim transmisi, distribusi, operator pembangkit, hingga logistik.

General Manager PLN UIP3BS, Amiruddin, menyampaikan bahwa seluruh petugas bekerja sistem shift 24 jam penuh.

“Tower darurat sedang dibangun siang malam. Tim di lapangan bekerja nonstop dengan modifikasi teknis untuk memperbaiki tower yang rusak,” kata Amiruddin.

TNI Turun ke Lapangan: Marinir Bantu Mobilisasi dan Pengamanan Akses Sulit

Pekerjaan tak hanya menjadi tanggung jawab PLN. Dukungan Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan menjadi faktor penentu kelancaran mobilisasi material, pengamanan lokasi, hingga pembukaan akses yang tertutup lumpur.

BACA JUGA  Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden

Sinergi ini mempercepat distribusi perlengkapan berat dan memastikan keselamatan petugas di lokasi rawan longsor.

“Prioritas utama kami adalah memastikan kelistrikan Aceh kembali normal secepatnya. Sinergi dengan TNI dan semua pihak sangat penting untuk percepatan ini,” ujar Amiruddin.

Gerak Kolaboratif untuk Aceh

Kerja 24 jam, lintas lembaga, dan aksi lapangan yang penuh risiko menjadikan pemulihan listrik Aceh sebagai salah satu operasi terbesar PLN tahun ini.

PLN mengajak masyarakat tetap memberi dukungan selama perbaikan berlangsung, mengingat akses dan kondisi lapangan masih menantang.

Seluruh upaya ini diharapkan mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Aceh dan memastikan warga kembali mendapatkan suplai listrik yang stabil dan aman.***

Redaksi

Komentar