Menurut Gubernur, tema Hari Ibu tahun ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang ingin memastikan ibu-ibu di kawasan pesisir mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun infrastruktur.
“Hari Ibu ini momentum yang sangat baik. Temanya mengingatkan kita untuk lebih memperhatikan ibu-ibu, khususnya yang berada di wilayah pesisir,” jelasnya, Senin 15 Desember 2025.
Dikatakan, kedepannya salah satu fokus pembangunan pada kawasan pesisir melalui penguatan Kampung Nelayan. Program tersebut merupakan inisiatif pemerintah pusat yang kemudian dikolaborasikan dengan pemerintah daerah agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam skema tersebut, pemerintah pusat akan mendorong pengembangan usaha atau bisnis nelayan, sementara Pemprov Sultra akan bertanggung jawab pada perbaikan rumah tinggal dan infrastruktur penunjang di kawasan pesisir.
“Kampung Nelayan itu dari pusat fokus ke bisnisnya, sementara infrastruktur dan perumahannya akan kami perbaiki. Ini kolaborasi pusat dan daerah,” jelasnya.
Harapannya dengan pembangunan yang terintegrasi, roda perekonomian masyarakat pesisir, khususnya ibu-ibu, dapat bergerak lebih cepat. Pembangunan kampung nelayan diyakini mampu menghidupkan kawasan-kawasan kecil yang sebelumnya kurang tersentuh pembangunan.
Selain itu, program perumahan yang terus didorong pemerintah, termasuk dukungan terhadap program satu juta rumah. Menurutnya, kawasan pesisir dan daerah-daerah dengan angka stunting tinggi akan menjadi prioritas penanganan.
“Kalau kampung nelayan ini sudah berjalan, rumah-rumah diperbaiki, infrastrukturnya dibangun, maka ekonomi masyarakatnya akan ikut bergerak. Itu yang kita harapkan,” pungkasnya.***
Redaksi
Komentar