Patroli tersebut melibatkan pimpinan lintas sektor, di antaranya Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143/Halu Oleo, Danlanal, Danlanud, serta Penjabat Wali Kota Kendari bersama jajaran. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol kuat sinergi pemerintah, TNI, dan Polri dalam memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk.
Gubernur Sultra menegaskan bahwa pemantauan langsung di lapangan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang merayakan Natal.
“Kami hadir bersama Forkopimda untuk memastikan ibadah berjalan lancar, tertib, dan aman. Alhamdulillah, hasil pemantauan menunjukkan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan baik,” ujar Gubernur.
Dalam patroli tersebut, rombongan mengunjungi empat gereja besar di Kota Kendari. Pemilihan lokasi difokuskan pada gereja dengan jumlah jemaat yang relatif besar guna memastikan penerapan prosedur pengamanan berjalan maksimal, meskipun secara umum seluruh gereja di Kota Kendari terpantau kondusif.
Hasil pemantauan menunjukkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Kendari dan wilayah Sulawesi Tenggara secara umum berada dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ditemukan gangguan berarti selama pelaksanaan misa Natal.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, TNI, dan Polri ini diharapkan terus berlanjut hingga perayaan Tahun Baru 2026, sehingga suasana damai dan harmonis dapat terus terjaga di Bumi Anoa sebagai rumah bersama bagi seluruh umat beragama.***
Redaksi
Komentar