IndeksSultra.com, Jakarta- Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mencatat pertumbuhan signifikan trafik data nasional sepanjang tahun 2025, seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat Indonesia.
Pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, trafik data melonjak sekitar 15 persen dibandingkan hari normal dan lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital di berbagai daerah, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di wilayah wisata dan daerah berkembang. Dengan dukungan infrastruktur jaringan yang tersebar di ribuan titik strategis, Indosat memastikan lonjakan kebutuhan data tetap dapat dilayani secara stabil selama masa libur panjang.
Keandalan jaringan tersebut diperkuat melalui optimalisasi Digital Intelligence Operations Center (DIOC), pusat operasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang memungkinkan pemantauan jaringan secara real-time.
Teknologi ini membantu penyesuaian kapasitas jaringan secara adaptif, khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan trafik tinggi, sehingga pelanggan tetap menikmati kualitas layanan optimal, termasuk untuk aktivitas streaming dan gim daring.
Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, menyampaikan bahwa pertumbuhan trafik data tidak hanya menunjukkan peningkatan teknis, tetapi juga mencerminkan berkembangnya ekosistem ekonomi digital nasional.
“Lonjakan penggunaan data kini terjadi merata, mulai dari kota besar, destinasi wisata, hingga wilayah yang sebelumnya memiliki aktivitas digital terbatas. Hal ini menandakan jangkauan layanan Indosat yang semakin luas. Dukungan AI melalui DIOC memungkinkan tim teknis merespons gangguan dengan cepat, sehingga pelanggan IM3, Tri, dan HiFi tetap memperoleh koneksi andal di mana pun berada,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, Indosat memperkuat kapasitas jaringan di sejumlah wilayah dengan peningkatan tertinggi, antara lain Bogor, Sukabumi, dan Tangerang di Jabodetabek; Garut, Bandung, dan Klaten di Pulau Jawa; Bandung, Denpasar, dan Tabanan di wilayah Bali Nusra; serta Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Banyuasin di Sumatra. Penguatan jaringan juga dilakukan di Kalimantan dan Sulawesi, termasuk Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Sanggau, Gowa, Maros, dan Bulukumba.
Selama periode tersebut, lima aplikasi dengan konsumsi data tertinggi adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube. Indosat saat ini mengoperasikan lebih dari 208 ribu BTS 4G serta 1.404 BTS 5G di seluruh Indonesia. Jumlah BTS 4G tercatat tumbuh 7,7 persen secara tahunan, memperluas jangkauan layanan bagi pelanggan.
Dukung Pemulihan Konektivitas Pascabencana
Selain menjaga keandalan jaringan saat Nataru, Indosat juga terus memprioritaskan pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan sejumlah daerah di Sumatra. Hingga kini, pemulihan jaringan Indosat di Provinsi Aceh telah mencapai 97,5 persen.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan, dengan memastikan konektivitas tetap terjaga guna mendukung koordinasi, akses informasi, dan aktivitas sehari-hari.
Indosat turut menambah personel teknis di lokasi terdampak serta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BNPB, dan pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar dan membuka akses ke wilayah yang sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan layanan, Indosat menempatkan tim siaga di berbagai titik strategis seperti bandara, terminal, stasiun, rumah sakit, dan area pengungsian. Perusahaan juga mengoperasikan Posko Pemantauan Terpadu di Jakarta, Medan, dan Aceh guna memberikan dukungan maksimal bagi tim di lapangan.







Komentar