Dilantik Gubernur, GP Ansor Sultra Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

SULTRA450 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Inaugurasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Tenggara (Sultra) masa khidmat 2025–2029 menjadi titik awal penguatan peran pemuda dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Kendari ini dihadiri langsung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka yang menegaskan pentingnya sinergi antara GP Ansor dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Gubernur Sultra mengungkapkan pelaksanaan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum estafet kepemimpinan sekaligus pembaruan komitmen pengabdian bagi umat, bangsa, dan daerah.

Menurut Andi Sumangerukka, GP Ansor memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan zaman, mulai dari globalisasi, disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga tantangan ideologis yang berpotensi menggerus persatuan.

“GP Ansor tidak hanya mencetak kader yang kuat secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual, spiritual, dan emosional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara membuka ruang seluas-luasnya bagi Ansor untuk menjadi mitra strategis pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat 9 Januari 2026.

Gubernur juga menyoroti kontribusi GP Ansor dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan koperasi dan unit usaha. Ia mendorong kolaborasi antara koperasi milik GP Ansor dengan program pemberdayaan ekonomi daerah, termasuk Koperasi Merah Putih yang tengah berjalan.

BACA JUGA  Dinantikan Masyarakat, ASR-Hugua Diharapkan Dapat Mensejahterakan Masyarakat Sultra

“Saat ini Koperasi Merah Putih sudah berjalan, dan GP Ansor juga memiliki koperasi. Ke depan, ini bisa dikolaborasikan untuk memperkuat ekonomi dan kualitas SDM anak-anak muda,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sumangerukka turut memaparkan capaian pembangunan infrastruktur daerah. Selama 11 bulan kepemimpinannya, Pemprov Sultra telah membangun sekitar 36 kilometer jalan dan menargetkan peningkatan bertahap hingga 50 kilometer, 75 kilometer, bahkan 100 kilometer di akhir masa jabatan.

“Tanpa infrastruktur jalan, ekonomi daerah sulit bergerak, terutama di wilayah kepulauan dan pinggiran. Dengan capaian 36 kilometer, Sulawesi Tenggara kini berada di peringkat tiga nasional dan mendapat dukungan Inpres,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov Sultra juga mendorong pembangunan perumahan melalui kerja sama dengan koperasi, termasuk rencana pembangunan 1.000 unit rumah di wilayah pinggiran. Namun demikian, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia.

BACA JUGA  Gubernur Sultra Tinjau Venue, Bombana Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Porprov 2026

“Ke depan, kualitas manusia menjadi penentu utama. SDM harus disiapkan sejak sekarang agar Sulawesi Tenggara tidak bergantung pada sumber daya alam semata,” tegasnya.

Menutup sambutan, Gubernur menekankan tiga fokus yang diharapkan dapat diperkuat GP Ansor ke depan, yakni peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan kader, pemberdayaan ekonomi umat berbasis kewirausahaan pemuda dan UMKM, serta penguatan moderasi dan modernisasi beragama untuk mencegah ekstremisme dan intoleransi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan sinergi seluruh elemen masyarakat, seraya mengapresiasi pengurus PW GP Ansor Sultra periode sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan. Kepada pengurus baru periode 2025–2029, Gubernur berharap amanah dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi, daerah, dan bangsa.***

Redaksi

Komentar