APBN Rp122 Miliar Digelontorkan, 81 Sekolah di Sultra Direnovasi dan 2 Sekolah Baru Dibangun

PENDIDIKAN, SULTRA256 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 mengalokasikan dana sebesar Rp122 miliar untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dana tersebut digunakan untuk merenovasi 81 sekolah sekaligus membangun dua sekolah menengah atas (SMA) baru.

Program revitalisasi dan pembangunan sarana pendidikan tersebut diresmikan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melalui penandatanganan prasasti di SMAN 7 Kendari, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sabtu 10 Januari 2026.

Dua sekolah baru yang dibangun berada di wilayah kepulauan dan daratan Buton, yakni SMAN 2 Siompu di Desa Waindawula, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, serta SMAN 7 Pasarwajo yang berlokasi di Desa Wasaga, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.

BACA JUGA  Siap 100 Persen, Gubernur Bakal Apresiasi Petugas Paskibraka dengan Pengembangan Wawasan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa seluruh program revitalisasi sekolah di Sultra yang didanai APBN tahun 2025 telah rampung dan terealisasi 100 persen sesuai perencanaan.

Ia mencontohkan revitalisasi yang dilakukan di SMAN 7 Kendari, yang mencakup pembangunan dan perbaikan 11 ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang OSIS, serta empat unit toilet, dengan total anggaran mencapai Rp2,04 miliar.

“Kami berharap sarana dan prasarana yang telah diperbaiki dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik di tingkat provinsi maupun di masing-masing satuan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat transformasi digital pendidikan di Sultra. Hingga saat ini, penyaluran Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital telah mencapai 95 persen.

BACA JUGA  Peluncuran 80.000 Koperasi Desa Merah Putih, Sultra Capai Target 100 Persen

Untuk sekolah-sekolah yang belum terjangkau jaringan internet, pemerintah akan menyediakan layanan Starlink. Sementara itu, satuan pendidikan yang belum memiliki akses listrik akan dilengkapi dengan panel surya guna mendukung pembelajaran berbasis digital.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan pemerataan kualitas pendidikan, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan.

“Fasilitas yang diberikan merupakan bagian dari ikhtiar mencetak generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Karena itu, manfaatkanlah bantuan ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.***

Redaksi

Komentar