IndeksSultra.com, Kendari- Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyoroti kondisi jalan akses menuju Terminal Peti Kemas Kendari New Port yang dinilai memerlukan perhatian serius guna menunjang kelancaran aktivitas logistik dan ekspor daerah.
Hal tersebut disampaikan Andi Sumangerukka saat menghadiri kegiatan peluncuran dan pelepasan ekspor langsung (direct export) sebanyak 46 kontainer dari Kendari ke Lianyunggang, China, Rabu 28 Januari 2026)=.
Menurut Gubernur, tingginya intensitas kendaraan berat dengan tonase besar yang melintas menuju kawasan pelabuhan menuntut konstruksi jalan yang lebih kuat dan tahan lama.
“Kendaraan yang keluar masuk pelabuhan membawa muatan berat. Oleh karena itu, konstruksi jalan seharusnya menggunakan beton, bukan aspal, agar mampu menahan beban dan lebih awet,” tegasnya.
Ia menilai kondisi jalan yang tidak memadai berpotensi menghambat distribusi barang dan menurunkan efisiensi logistik, terlebih dengan meningkatnya aktivitas ekspor langsung melalui Kendari New Port.
Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa ruas jalan menuju kawasan pelabuhan merupakan jalan nasional yang berada di luar kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Meski demikian, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
“Jalan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun kami akan berkoordinasi dengan balai jalan nasional agar dilakukan perbaikan dengan spesifikasi yang sesuai kebutuhan kawasan pelabuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan aspal pada jalur dengan beban berat dinilai kurang efektif dalam jangka panjang karena mudah mengalami kerusakan.
“Kalau masih menggunakan aspal, daya tahannya tidak lama. Sekitar enam bulan sudah bisa rusak lagi, apalagi jika kualitas pengerjaannya kurang maksimal,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur jalan, Gubernur juga menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan Kendari New Port oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Tenggara. Infrastruktur darat yang memadai dinilai menjadi faktor kunci agar jalur ekspor langsung dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami masih menelusuri apa kendalanya, apakah ada kebijakan tertentu atau faktor lain yang membuat pelabuhan ini belum dimanfaatkan optimal. Jangan sampai ada kebijakan yang justru menghambat jalur ekspor langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan, apabila tidak terdapat hambatan kebijakan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah akan mendorong perusahaan untuk menjadikan Kendari New Port sebagai jalur utama pengiriman ekspor.
“Dengan kewenangan yang ada, kami akan mendorong agar ekspor dilakukan melalui Kendari New Port, sehingga nilai tambah dari aktivitas industri dan ekspor dapat kembali dan dirasakan oleh daerah,” tegasnya.***
Redaksi







Komentar