Ekonomi Sultra 2025 Tumbuh 5,79 Persen, Sejalan dengan Misi Ekonomi ASR–Hugua

EKONOMI, SULTRA455 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi Sultra pada Triwulan IV-2025 sebesar 5,94 persen secara tahunan (year-on-year). A

ngka tersebut menjadi pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak 2022 dan lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024.

Secara kumulatif sepanjang 2025, perekonomian Sultra tumbuh 5,79 persen, meningkat dari capaian 5,40 persen pada 2024.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Syamsir Nur, SE., M.Si, menilai capaian ini menunjukkan penguatan produktivitas ekonomi daerah, khususnya pada akhir tahun.

“Pertumbuhan 5,94 persen di Triwulan IV-2025 mencerminkan pelaku ekonomi yang semakin gesit. Aktivitas ekonomi banyak ditopang sektor jasa keuangan, industri pengolahan makanan, serta kegiatan berbasis digital sebagaimana dirilis BPS,” ujarnya.

Menurutnya, pertumbuhan kumulatif 5,79 persen pada 2025 secara konsisten lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Di tingkat regional Sulawesi, Sultra juga menempati posisi ketiga terbesar dalam kontribusi pembentukan ekonomi kawasan setelah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.

BACA JUGA  Pastikan Data Sosial Ekonomi Akurat, BPS Konsel Gelar Pelatihan Petugas SUSENAS dan SERUTI Maret 2026

Jika dibandingkan dengan target RPJMD Sultra 2025–2029, capaian tersebut berada dalam kisaran sasaran pertumbuhan yang ditetapkan pasangan ASR–Hugua, yakni 5,5 hingga 6,5 persen. Sejumlah sektor utama pembentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga mencatat kinerja melampaui target, terutama industri pengolahan, akomodasi dan makan-minum, serta perdagangan.

“Artinya, tahun pertama pemerintahan berjalan positif karena terjadi peningkatan produktivitas pada sektor unggulan. Ini sejalan dengan salah satu sasaran dalam misi ekonomi ASR–Hugua,” kata Syamsir.

Ia optimistis pertumbuhan akan semakin kuat apabila sektor pertanian dan pertambangan mampu berakselerasi lebih cepat. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ekspansi ekonomi daerah.

Dari sisi pengeluaran, net ekspor menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,35 persen, diikuti konsumsi rumah tangga sebesar 2,30 persen. Meski ekspor masih didominasi komoditas besi dan baja, kontribusinya dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA  KSOP Kendari Resmi Ambil Alih Wewenang SPB Rute Kendari–Langara 

Syamsir menekankan pentingnya diversifikasi ekspor, terutama dari sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang memiliki basis potensi besar di wilayah daratan maupun kepulauan Sultra. Selain itu, penguatan industri hilir dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor.

“Apalagi ada dukungan pemerintah pusat yang menjadikan Sulawesi sebagai superhub pertumbuhan ekonomi berbasis hilirisasi sumber daya alam,” tambahnya.

Sementara itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga dinilai menjadi sinyal membaiknya daya beli masyarakat. Stabilitas harga dan kebijakan subsidi pemerintah turut menjaga kemampuan belanja warga. Pada 2025, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar PDRB Sultra dengan porsi 46,01 persen.

Dengan tren pertumbuhan yang positif, ISEI Sultra optimistis ekonomi daerah akan semakin produktif dan berdaya saing pada tahun-tahun mendatang.***

Redaksi

Komentar