IndeksSultra.com, Kendari- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya terhadap penguatan transformasi digital dan penerapan e-government sebagai fondasi utama mewujudkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Simposium Nasional dan Musyawarah Nasional Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM) 2026 yang mengusung tema “Transformasi Digital dan e-Government dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Responsif dan Transparan”. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa 10 Februari hingga Rabu 11 Februari 2026.
Simposium ini diikuti dosen dan mahasiswa dari berbagai Universitas Muhammadiyah se-Indonesia yang memiliki program studi Ilmu Pemerintahan. Sebagian peserta hadir langsung, sementara lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menyebut forum akademik memiliki peran strategis dalam mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi digital.
“Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan dan mampu melahirkan ide-ide konstruktif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berbasis digital,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kunci penting dalam mempercepat transformasi digital. Riset dan rekomendasi kebijakan dari kalangan akademisi dinilai dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kendari, Patta Hindi Asis, menyampaikan bahwa Simposium Nasional dan Munas AIPPTM 2026 menjadi ruang strategis untuk merumuskan inovasi kebijakan pemerintahan daerah, khususnya dalam pengembangan e-government.
“Semoga kegiatan ini menjadi rujukan inovasi bagi asosiasi ilmu pemerintahan untuk melahirkan gagasan yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah, terutama di Sulawesi. Banyak peneliti yang fokus pada kebijakan publik dan e-government yang hasilnya bisa diimplementasikan,” katanya.
Ia menjelaskan, AIPPTM merupakan agenda rutin asosiasi ilmu pemerintahan di lingkungan Universitas Muhammadiyah. Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Kendari dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Pelaksanaan secara luring dan daring dinilai mampu memperluas partisipasi akademisi lintas daerah sekaligus memperkaya pertukaran gagasan dalam membahas masa depan pemerintahan digital di Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, simposium diisi dengan seminar dan diskusi ilmiah yang mengupas praktik, tantangan, serta peluang penerapan e-government. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah yang lebih efektif dan berbasis teknologi.







Komentar