Penerima Bantuan Pangan di Sultra Diprediksi Tembus 360 Ribu, Bulog Siapkan 7.000 Ton Beras

EKONOMI, SULTRA332 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Jumlah warga Sulawesi Tenggara yang akan menerima Bantuan Pangan Tahap I untuk alokasi Februari–Maret 2026 diperkirakan meningkat drastis.

Perum Bulog Kantor Wilayah Sultra memproyeksikan jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) bisa mencapai 350 ribu hingga 360 ribu orang, mengikuti tren kenaikan nasional yang disebut hampir dua kali lipat.

Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya jumlah PBP di Sultra tercatat sekitar 187 ribu orang. Jika kenaikan nasional berada di kisaran 80–90 persen, maka alokasi untuk Sultra juga akan menyesuaikan secara proporsional.

“Kalau mengikuti kenaikan nasional sekitar 90 persen, maka jumlah penerima di Sultra bisa mencapai sekitar 350 ribu lebih. Artinya, kami menyiapkan sekitar 7.000 ton beras untuk disalurkan selama Februari dan Maret,” ujar Benhur, Rabu 11 Februatri 2026.

BACA JUGA  Indosat Terapkan Teknologi Hemat Energi Berbasis AI dari Nokia di Seluruh Jaringan Nasional

Selain beras, bantuan juga mencakup minyak goreng dengan alokasi 2 liter per penerima. Dengan estimasi jumlah penerima tersebut, Bulog memperkirakan kebutuhan minyak goreng yang akan didistribusikan mencapai sekitar 1,2 juta liter.

Saat ini, Bulog Sultra mengaku telah siap secara teknis dan hanya menunggu penugasan resmi untuk mulai menyalurkan bantuan.

Di sisi lain, Bulog Sultra juga bersiap menghadapi puncak panen raya yang diprediksi berlangsung pada Maret hingga Mei 2026. Hingga Juni mendatang, target penyerapan gabah dan beras petani lokal ditetapkan sebesar 90 ribu ton dari total target tahunan 120 ribu ton.

BACA JUGA  Kadin Sultra dan Bulog Jalin Kerjasama Pembinaan UMKM yang Berbasis Rumah Pangan Kita

Upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan juga akan diperkuat melalui partisipasi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) nasional yang dijadwalkan mulai 13 Februari 2026. Bulog akan mendukung penyediaan bahan pangan selama periode H-3 hingga H+7 Ramadan.

Menurut Benhur, keterlibatan aktif dalam GPM menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan.***

Redaksi

Komentar