Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Percepat Pengembangan Jaringan 5G Berbasis AI di Indonesia

EKONOMI119 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- Transformasi infrastruktur telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Nokia dan NVIDIA untuk mengembangkan jaringan 5G yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sebagai upaya memperkuat kualitas konektivitas dan mempercepat digitalisasi di berbagai sektor.

Melalui kemitraan strategis ini, Nokia akan mendukung modernisasi jaringan radio akses (Radio Access Network/RAN) milik Indosat dengan menghadirkan teknologi 5G generasi terbaru pada spektrum frekuensi rendah dan menengah. Infrastruktur tersebut dirancang agar mampu mengakomodasi layanan berbasis AI sekaligus meningkatkan kapasitas dan jangkauan jaringan.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman digital yang lebih optimal bagi pelanggan, mulai dari akses internet berkecepatan tinggi hingga pemanfaatan berbagai layanan digital yang membutuhkan konektivitas stabil dan responsif.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, , mengatakan pengembangan jaringan berbasis AI menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan.

“Di Indosat, kami terus berkembang untuk melayani pelanggan #LebihBaik dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam dan menghadirkan pengalaman yang benar-benar berarti bagi mereka. Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan,” ujarnya.

BACA JUGA  Indosat Ooredoo Hutchison Tetap Tangguh Hadapi Pasar, Perkuat Pondasi Digital dan Dorong Inklusi Teknologi

Menurut Vikram, kolaborasi tersebut juga menjadi fondasi penting untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi digital baru sekaligus memperkuat upaya perusahaan dalam mendukung transformasi digital yang inklusif di Indonesia.

Selain memperkuat layanan telekomunikasi, kerja sama ini turut mengembangkan konsep AI-RAN, yaitu teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam jaringan akses radio. Pengembangan dilakukan bersama NVIDIA dan menjadi bagian dari pembangunan AI Grid milik Indosat yang menghubungkan pusat data AI dengan infrastruktur jaringan yang tersebar di berbagai wilayah.

Sebelumnya, ketiga perusahaan telah mendemonstrasikan panggilan AI-RAN pertama mereka pada ajang Mobile World Congress 2026. Tahap selanjutnya akan dilanjutkan melalui uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.

President dan CEO Nokia, , menilai masa depan industri telekomunikasi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan operator menggabungkan konektivitas dengan kecerdasan digital.

“Babak berikutnya dari evolusi jaringan akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam memadukan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi. Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia ikut membangun evolusi jaringan berikutnya, yaitu jaringan yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung lebih banyak layanan berbasis AI, dan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.

BACA JUGA  Kompetisi Digital Jadi Tren Baru Rayakan HUT RI, Indosat Ajak Masyarakat Ikut Tebak-Tebakan Online

Senada dengan itu, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, , menyebut pengembangan AI-RAN membuka peluang baru bagi jaringan seluler untuk berkembang menjadi platform kecerdasan digital.

“Indosat dan Nokia menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan. Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia, kami membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan,” ungkapnya.

Dalam implementasinya, Nokia akan memasok berbagai perangkat jaringan terbaru, termasuk radio Habrok dan Pandion, baseband Levante, sistem Centralized RAN, serta platform otomasi jaringan berbasis AI. Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi konsumsi energi.

Indosat menargetkan penerapan jaringan 5G pada pita frekuensi rendah di seluruh jaringan yang dimiliki perusahaan. Sementara itu, cakupan 5G pada pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun mendatang.

Melalui kolaborasi ini, Indosat, Nokia, dan NVIDIA berharap dapat mempercepat pemerataan akses digital, mendukung pengembangan layanan berbasis AI di berbagai sektor, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global.***

Redaksi

Komentar