OJK Sultra Matangkan Persiapan Bulan Inklusi Keuangan 2026

EKONOMI, SULTRA87 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sultra mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Mauki Cafe Kendari dan diikuti 47 perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta perwakilan Event Organizer (EO).

BIK 2026 di Sulawesi Tenggara direncanakan berlangsung selama dua hari pada minggu ketiga atau keempat Oktober 2026 dengan pusat kegiatan di Kota Kendari. Agenda tersebut akan melibatkan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Rapat koordinasi dibuka Pembina FKIJK Sultra yang juga Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha. Ia menegaskan bahwa keberhasilan BIK tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga sejauh mana kegiatan tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

“BIK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi industri jasa keuangan dengan pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan yang disiapkan harus mampu menghadirkan edukasi keuangan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” kata Bismi.

BACA JUGA  Kinerja Industri Perbankan di Sultra Tercatat Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp62,29 Triliun

Menurutnya, seluruh anggota FKIJK diharapkan mengambil bagian aktif dalam rangkaian kegiatan. Keterlibatan industri jasa keuangan nantinya tidak sebatas membuka booth atau mengikuti expo, tetapi juga melalui kegiatan edukasi, olahraga, seni dan budaya, kompetisi, hingga aktivitas kreatif yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah UMKM Expo dengan target menyediakan ruang bagi lebih dari 40 pelaku UMKM. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dengan industri jasa keuangan sekaligus memperluas akses terhadap layanan dan pembiayaan.

Selain UMKM, pemerintah daerah juga akan dilibatkan secara aktif. Panitia menargetkan sedikitnya 12 kepala daerah di Sulawesi Tenggara dapat berpartisipasi dalam rangkaian BIK 2026.

Konsep kolaborasi antardaerah juga tengah disiapkan dengan menampilkan karakteristik masing-masing kabupaten dan kota, mulai dari pakaian adat, kuliner, tarian, hingga berbagai potensi daerah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana promosi budaya sekaligus memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan industri jasa keuangan.

Untuk menambah daya tarik, BIK 2026 juga akan menghadirkan kegiatan olahraga melalui BIK Night Run dengan kategori 5K dan 10K.

BACA JUGA  OJK Sultra Ungkap Penguatan Sektor Perbankan, Kredit Stabil dan DPK Menguat

Sementara dari sisi edukasi, OJK Sultra dan FKIJK menyiapkan Video Competition bertema edukasi keuangan. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi sarana penyampaian informasi mengenai sektor jasa keuangan dengan pendekatan kreatif dan sesuai dengan perkembangan media digital.

Rangkaian kegiatan juga direncanakan bersinergi dengan sejumlah layanan publik, di antaranya pasar murah, Samsat Keliling, SIM Keliling, serta layanan pembuatan paspor dari Kantor Imigrasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pelaksanaan BIK tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

OJK Sultra menilai penguatan sinergi antara industri jasa keuangan, pemerintah, UMKM, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperluas akses keuangan di Sulawesi Tenggara.

Melalui BIK 2026, OJK berharap semakin banyak masyarakat mengenal, memahami, dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat. Di sisi lain, keterlibatan UMKM diharapkan mampu mendukung pemberdayaan usaha masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.***

Redaksi

Komentar