UMKM Sultra Unjuk Produk Unggulan di Karya Kreatif Indonesia 2026

RAGAM61 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat kesempatan tampil dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya BI Sultra memperluas akses pasar sekaligus mendorong pelaku UMKM daerah agar semakin kompetitif di tingkat nasional.

KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Tahun ini, KKI mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan semangat “BeudayaMeusareSare” yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, mitra strategis, perbankan, asosiasi, pelaku usaha, serta perwakilan negara sahabat.

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan keikutsertaan UMKM Sultra dalam KKI merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk lokal.

“Keikutsertaan UMKM binaan BI Sulawesi Tenggara dalam KKI 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong UMKM daerah agar naik kelas dan semakin berdaya saing,” ujar Edwin.

Menurut dia, ajang berskala nasional seperti KKI memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM Sultra untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membangun jejaring bisnis dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Kehadiran UMKM Sulawesi Tenggara pada ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kekayaan dan keunikan produk unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk membangun jejaring, memperluas akses pasar, serta memperoleh pengalaman dan inspirasi dalam meningkatkan kualitas dan inovasi produk,” tambahnya.

BACA JUGA  Lewat Indihome Paket Movie, Telkomsel Hadirkan Bioskop Dirumah

Pada KKI 2026, UMKM Sultra menampilkan beragam produk, mulai dari wastra, kopi, makanan dan minuman olahan, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya.

Untuk kategori wastra, Sultra diwakili Annisa Tenun Masalili dan Sultra Tenun. Sementara pada area Cangkir Nusantara, turut tampil Anoa Coffee dan Arentim.

Sejumlah produk UMKM Sultra lainnya juga hadir dalam pameran, di antaranya Saraba Al Amin, Bin Amr Food, Biwon, Coklat Anoa, Nadine Azzahra, Great Celebes Co, Kamoohu, Kasi Tahu, Kedai Neng Bagers, Kelorku, Kopsa Chicken Naswol, KWT Matahari, To Lucky Deela, Makeza Food Indonesia, Meteqta, Raisya Craft, Sagumi, Tenun Buton, Bravo Mete, Dapur El Ummu, Lily Tenun, dan Industri Kelapa Kampung.

Kehadiran puluhan UMKM tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Sultra sekaligus mempertemukan pelaku usaha daerah dengan pasar dan jejaring bisnis dari berbagai wilayah.

Tak hanya melalui pameran produk, wastra Sulawesi Tenggara juga mendapat panggung dalam Pagelaran Fashion Wastra Karya Kreatif Indonesia 2026 “Romansa Muda”.

Dalam agenda tersebut, Annisa Tenun Masalili berkolaborasi dengan desainer nasional Dery Rizkianto dan Peggy Hartanto. Kolaborasi ini mengangkat kekayaan wastra Sultra ke dalam karya fesyen dengan sentuhan desain kontemporer.

Secara nasional, KKI 2026 menjadi penyelenggaraan ke-11 dan menghadirkan sejumlah penguatan program. Gelaran ini diikuti lebih dari 550 UMKM dalam pameran luring di JICC serta lebih dari 1.300 UMKM melalui pameran daring.

BACA JUGA  Gelar Operasi Katarak, PT Vale Komitmen Bantu Menurunkan Angka Kebutaan

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang melibatkan 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Deputi Gubernur BI sekaligus Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa pengembangan UMKM ke depan harus diarahkan pada tiga aspek utama, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” kata Destry saat membuka KKI 2026.

Bank Indonesia mencatat UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional. Dengan jumlah pelaku usaha mencapai sekitar 64 juta, sektor ini menyerap 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Bagi Sulawesi Tenggara, penguatan UMKM menjadi semakin penting karena sektor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kekayaan produk daerah, seperti wastra, kerajinan, kopi, serta makanan dan minuman olahan, menjadi modal untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

BI Sultra terus mendorong UMKM binaannya meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta memanfaatkan teknologi digital.

Melalui keikutsertaan dalam KKI 2026, UMKM Sultra diharapkan mampu memanfaatkan peluang promosi dan jejaring nasional untuk memperluas pasar, meningkatkan inovasi, serta membawa produk-produk unggulan daerah menembus pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.***

Redaksi

Komentar