Polda Sultra Ikuti Ngaji Kebangsaan, Perkuat Sinergi Ulama dan Polri

HUKUM71 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Jajaran Polda Sulawesi Tenggara mengikuti Ngaji Kebangsaan bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan ulama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha secara virtual, Sabtu 26 September 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah tersebut diikuti jajaran Polda Sultra melalui Zoom Meeting dari Aula Dachara Polda Sultra.

Kapolda Sultra Irjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolda Sultra Brigjen Pol Budi Hermawan, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sultra serta personel dari berbagai satuan kerja turut mengikuti kegiatan tersebut.

Ngaji Kebangsaan menjadi ruang untuk memperkuat pesan persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai salah satu fondasi dalam menciptakan keamanan dan mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

BACA JUGA  Kapolda Sultra Buka Turnamen Basket, Dorong Kebangkitan Kompetisi dan Pembinaan Atlet Muda

Menurut Kapolri, tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Karena itu, perbedaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia perlu dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi sumber konflik.

Keberagaman, kata Kapolri, harus ditempatkan sebagai kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan dan menjaga Indonesia tetap tumbuh serta berkembang.

Kapolri juga menyoroti pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ulama memiliki peran memberikan nasihat, tuntunan dan doa, sedangkan Polri memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Bagi personel kepolisian, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendapatkan ilmu, nasihat dan doa sebagai bekal dalam menjalankan tugas. Kapolri turut memohon doa dan bimbingan para ulama agar seluruh personel Polri diberikan keselamatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Kolaka Gandeng Polri Gelar Assessment Center Seleksi Jabatan Tinggi

Pesan tersebut turut menjadi penguatan bagi jajaran Polda Sultra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Anoa. Sinergi antara kepolisian, ulama, pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk menjaga persatuan serta mencegah potensi gangguan keamanan.

Ngaji Kebangsaan tersebut diikuti sekitar 700 peserta secara langsung di Rembang. Peserta terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki dan 300 santri. Sementara secara virtual, kegiatan diikuti 41.449 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk jajaran Polda Sultra.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Sultra menegaskan pentingnya pendekatan bersama dalam menjaga keamanan. Pelaksanaan tugas kepolisian diharapkan berjalan beriringan dengan peran ulama dan dukungan masyarakat untuk menciptakan situasi Sulawesi Tenggara yang aman, damai dan kondusif.

Komentar