IndeksSultra.com, Kolaka- Pemanfaatan pekarangan rumah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Upaya tersebut digaungkan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui program GENBI GROW atau GenBI Resilience Organic Way di Kabupaten Kolaka, Sabtu hingga Minggu 26 hingga September 2026.
Program ini menggabungkan edukasi dan praktik langsung dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Kolaka. Masyarakat diajak mengoptimalkan lahan di sekitar tempat tinggal agar lebih produktif sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga.
Salah satu fokus kegiatan adalah pengenalan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Melalui program tersebut, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membudidayakan tanaman hortikultura, seperti cabai, tomat, bayam, dan kangkung.
Pemanfaatan pekarangan dinilai dapat menjadi alternatif bagi keluarga untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Langkah ini juga relevan di tengah fluktuasi harga bahan pangan dan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka turut memberikan edukasi mengenai pentingnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Masyarakat didorong memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman, GENBI GROW juga mengajak peserta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan limbah organik rumah tangga.
Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah pembuatan eco-enzyme, yakni pengolahan bahan organik melalui proses fermentasi yang dapat menghasilkan cairan untuk berbagai pemanfaatan. Edukasi ini diharapkan mendorong masyarakat agar lebih bijak mengelola limbah sekaligus memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Materi tersebut didukung oleh penyuluh lapangan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Kolaka. Dengan pendampingan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai bentuk tindak lanjut, panitia membagikan bibit cabai kepada peserta. Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam dan dirawat di pekarangan masing-masing sehingga manfaat kegiatan tetap berlanjut setelah program selesai.
Asisten Analis Seksi Kehumasan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Ashar, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas literasi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kemandirian pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan GENBI GROW diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan ibu-ibu PKK dari berbagai wilayah di Kabupaten Kolaka. Keterlibatan kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda diharapkan dapat memperluas penerapan pengetahuan mengenai ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan.
Melalui program ini, GenBI USN Kolaka bersama pemerintah daerah dan masyarakat berupaya membangun kesadaran bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Pemanfaatan pekarangan dan pengelolaan limbah organik menjadi langkah sederhana yang berpotensi mendukung kemandirian pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.






Komentar