Bulog Sultra Serap 40 Ribu Ton Beras Lokal, Optimistis Target 2026 Terlampaui

EKONOMI, SULTRA104 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggenjot penyerapan beras dari petani lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Hingga akhir April 2026, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 40.000 ton dari total target 119.000 ton untuk tahun ini.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sultra, Benhur Ngkaimi menyampaikan bahwa target penyerapan tahun 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 100.000 ton.

Meski masih terdapat selisih sekitar 70 ribu ton, pihaknya tetap optimistis target tersebut dapat dicapai, bahkan berpotensi terlampaui.

BACA JUGA  OJK Sultra Gencarkan Edukasi Keuangan di Desa 3T, Warga Didorong Waspada Penipuan dan Pinjol Ilegal

“Tahun ini target kita 119.000 ton. Saat ini baru sekitar 40.000 ton yang terserap, artinya masih ada sekitar 70 ribuan ton lagi yang harus kita kejar,” ujarnya.

Menurut Benhur, dengan capaian penyerapan yang terus berjalan serta dukungan stok yang ada, posisi cadangan beras di Sultra diperkirakan tetap kuat hingga akhir tahun.

Bahkan, meskipun dilakukan penyaluran rutin melalui bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), jumlah stok diyakini tetap tinggi.

“Perkiraannya, meskipun ada penyaluran bantuan pangan dan SPHP, stok di akhir tahun masih bisa berada di atas 120 ribu ton,” jelasnya.

BACA JUGA  Peringati Kemerdekaan, Bank Sultra Dorong Inovasi dan Pembangunan Daerah

Peningkatan target penyerapan ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Bulog Sultra pun berkomitmen untuk terus turun langsung ke lapangan guna menyerap hasil panen secara maksimal.

Adapun wilayah utama penyerapan beras di Sultra meliputi Kabupaten Konawe, Bombana, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, hingga Konawe Utara. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan pangan secara merata tanpa bergantung pada distribusi dari luar daerah.***

Redaksi

Komentar