Stok Beras Sultra Cetak Rekor Tertinggi, Capai 78 Ribu Ton hingga April 2026

EKONOMI, SULTRA161 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat capaian signifikan dalam penguatan ketahanan pangan daerah.

Hingga akhir April 2026, total stok beras di wilayah tersebut menembus 78.000 ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bulog di Sultra.

Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog  Kanwil Sultra, Benhur Ngkaimi mengungkapkan bahwa lonjakan stok ini tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga secara nasional.

Per 23 April 2026, stok beras nasional tercatat mencapai 5,1 juta ton, yang disebutnya sebagai capaian langka dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator keberhasilan program swasembada pangan yang didorong pemerintah pusat. Ia menegaskan, ketersediaan beras di Sultra dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

BACA JUGA  80 Ribu Ton Beras Aman di Gudang Bulog Sultra, Cukup hingga Lebaran 2026

“Dengan stok 78 ribu ton dan pola penyaluran normal seperti bantuan pangan dan operasi pasar, ketahanan beras di Sultra diperkirakan bisa bertahan lebih dari dua tahun,” jelasnya.

Bulog Sultra saat ini juga memprioritaskan distribusi stok secara merata ke seluruh kabupaten dan kota. Upaya ini termasuk menjangkau daerah yang belum memiliki gudang Bulog permanen, seperti wilayah Buton Tengah.

Langkah pemerataan distribusi tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga beras, terutama di daerah non-sentra produksi agar tetap setara dengan wilayah penghasil.

BACA JUGA  Gubernur Sultra Tinjau RSUD Baubau, Siapkan Penguatan Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan

Selain itu, Bulog juga membuka akses transparansi kepada publik dengan memperlihatkan langsung kondisi gudang penyimpanan kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan edukasi bagi pelajar.

Benhur menegaskan bahwa seluruh gudang, baik induk maupun penyangga, saat ini dalam kondisi penuh. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak meragukan ketersediaan stok beras di Sultra.

Dengan publikasi data stok yang terbuka, Bulog optimistis stabilitas pangan dan ekonomi di Sulawesi Tenggara akan tetap terjaga di tengah dinamika kebutuhan bahan pokok masyarakat.***

Redaksi

Komentar