OJK Sultra Lacak Aset AMG Pantheon, Temukan Transaksi Puluhan Juta Dolar

EKONOMI135 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap perkembangan terbaru dalam penelusuran aset kasus dugaan penipuan investasi AMG Pantheon.

OJK mengklaim telah berhasil melacak wallet atau dompet digital milik entitas tersebut yang diduga menampung transaksi bernilai fantastis.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan penelusuran dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Intelijen Negara dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk memetakan aliran dana yang terhubung dengan jaringan lintas negara.

Menurutnya, hasil investigasi menunjukkan infrastruktur digital AMG Pantheon menggunakan layanan cloud dari Alibaba Cloud atau Aliyun, dengan pusat server yang terdeteksi berada di Kamboja dan Singapura.

BACA JUGA  UMKM Jadi Magnet di BIK 2025 Sultra, Transaksi Mencapai Miliaran Rupiah

“Kami sudah memastikan wallet dari AMG Pantheon jumlahnya jutaan, puluhan juta dolar. Transaksinya puluhan ribu transaksi dan itu sudah kami trace menggunakan Chainalysis. Kami sudah temukan,” ujar Bismi.

Dikatakan, tantangan terbesar saat ini adalah mengidentifikasi pihak yang paling bertanggung jawab secara hukum. Pasalnya, aliran dana masyarakat disebut tidak hanya terpusat pada satu wallet utama, tetapi juga mengalir ke sejumlah sub-leader hingga leader dalam jaringan AMG Pantheon.

“Dana itu tidak sepenuhnya mengalir kepada wallet AMG, karena ada dana yang mengalir kepada sub-leader dan leader daripada AMG Pantheon itu yang akan kami trace. Kami akan melakukan simulasi dengan teman-teman Polda yang dijadwalkan pada Jumat ini,” katanya.

BACA JUGA  PLN dan Polda Sulteng Teken Pedoman Teknis Pengamanan Proyek Listrik Nasional

OJK Sultra juga berencana berkoordinasi dengan kantor pusat untuk mendorong kerja sama bilateral antarnegara dalam upaya pengejaran pelaku. Langkah tersebut dinilai penting karena kasus AMG Pantheon diduga merupakan bagian dari kejahatan scam berskala Asia Tenggara.

“Kami terus melacak sampai dengan titik darah penghabisan,” pungkas Bismi.

Komentar