PT Vale Indonesia Perkuat Program Penurunan Stunting di Kolaka, Jangkau 5.000 Keluarga Berisiko

RAGAM130 Dilihat

IndeksSultra.com, Kolaka- PT Vale Indonesia Tbk terus memperkuat perannya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor kesehatan.

Sejak 2024, intervensi yang dilakukan perusahaan telah menjangkau sekitar 5.000 keluarga berisiko stunting melalui pemberian paket sembako dan nutrisi tambahan secara berkelanjutan. Upaya ini dinilai efektif dalam membantu pemenuhan gizi dasar masyarakat dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Kegiatan penguatan intervensi stunting tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kolaka, sebagai wujud sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menangani stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP&KB) Kabupaten Kolaka serta berbagai pemangku kepentingan. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.

BACA JUGA  PT Vale Pastikan Penanganan Kebocoran Pipa dan Komitmen Pemulihan Lingkungan di Towuti

Manager External Relations PT Vale Indonesia Blok Pomalaa, Hasmir, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi masa depan.

“Keberlanjutan tidak hanya dimaknai sebagai operasional yang bertanggung jawab, tetapi juga kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Dalam implementasinya, program ini mengintegrasikan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sementara intervensi gizi sensitif difokuskan pada penguatan sistem dan lingkungan pendukung.

BACA JUGA  Tak Hanya Tambang, PT Vale Bangun Kemandirian Ekonomi Warga Morowali Lewat Program Pemberdayaan

Berbagai kegiatan dilakukan secara terpadu, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi gizi keluarga, hingga pemantauan tumbuh kembang anak guna memastikan intervensi berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Upaya tersebut juga berkontribusi pada pencapaian SDGs, yaitu Tanpa Kelaparan, yang menargetkan penghapusan segala bentuk malnutrisi termasuk stunting pada anak.

Pemerintah Kabupaten Kolaka menilai keterlibatan PT Vale sebagai contoh kolaborasi efektif antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung pembangunan, terutama di bidang kesehatan masyarakat.

Melalui program ini, PT Vale menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan dampak nyata, tidak hanya bagi kesehatan generasi saat ini, tetapi juga bagi masa depan yang lebih berkualitas.***

Komentar