Rangkaian HUT ke-62 Sultra, Pemprov Gelar Sunatan Massal hingga Operasi Katarak untuk Warga

SULTRA115 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar bakti sosial pelayanan kesehatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sultra melalui program “Harmoni Sultra”, Rabu 22 April 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra ini turut melibatkan kolaborasi dengan unsur dirgantara TNI Angkatan Udara, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan nyata, khususnya di bidang kesehatan.

BACA JUGA  Instruksi Gubernur, Operasional BAZNAS Pindah ke Tower Bank Sultra Mulai Januari 2026

“Ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Sultra ke-62. Kita ingin kegiatan seperti ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya usai membuka kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Sultra menyediakan berbagai layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Layanan tersebut meliputi sunatan massal, operasi katarak, hingga operasi bibir sumbing.

Sebanyak 260 anak dari Kota Kendari mengikuti program sunatan massal. Selain itu, terdapat 50 pasien yang mendapatkan layanan operasi katarak guna membantu pemulihan penglihatan, serta 50 pasien lainnya menjalani operasi bibir sumbing.

BACA JUGA  Groundbreaking GOR UM Kendari, Gubernur Sultra Tekankan Sinergi Kampus Cetak SDM Unggul

Gubernur yang akrab disapa ASR itu menekankan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni peringatan hari jadi daerah, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Harapannya, program bakti sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya dilaksanakan pada momentum peringatan HUT semata.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Sultra berharap dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan medis, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.***

Komentar