Tanggapi Isu Dua Periode, Gubernur Andi Sumangerukka Pilih Fokus Bekerja

SULTRA104 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka merespons santai isu pencalonannya pada pemilihan gubernur mendatang yang sempat menjadi pembahasan dalam dialog bersama tiga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Kendari.

Alih-alih berbicara soal peluang politik, Andi Sumangerukka atau ASR justru menegaskan fokusnya saat ini adalah menuntaskan pekerjaan sebagai kepala daerah selama masa jabatan yang masih tersisa empat tahun.

“Berikan kesempatan saya bekerja dulu. Saya yakin setelah saya bicara lepas dengan adik-adik mahasiswa, mereka bisa memahami,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, ASR tidak hanya menanggapi isu politik, tetapi juga memberi gambaran tentang beratnya tanggung jawab seorang pemimpin. Menurutnya, kepemimpinan bukan soal jabatan atau kekuasaan, melainkan kesiapan untuk berkorban demi kepentingan masyarakat.

BACA JUGA  Rakor Antikorupsi 2025, Gubernur Sultra: Pencegahan Korupsi Adalah Tanggung Jawab Bersama

Pihaknya menilai, seorang pemimpin kerap memiliki banyak keinginan pribadi, namun pada akhirnya harus rela mengesampingkan hal tersebut demi kepentingan yang lebih besar.

“Untuk menjadi pemimpin itu harus siap korban perasaan. Pemimpin mungkin punya banyak keinginan, tetapi dia harus rela mengorbankan keinginannya. Itu yang terjadi pada setiap pemimpin,” katanya.

ASR bahkan mengibaratkan kursi kepemimpinan sebagai simbol tanggung jawab yang penuh tantangan. Pesan itu ia sampaikan kepada para mahasiswa agar memahami bahwa menjadi pemimpin membutuhkan kesiapan mental dan komitmen besar.

“Kalau kau mau duduk di situ, harus siap,” tegasnya.

Terkait peluang kembali maju pada Pilgub mendatang, ASR menegaskan dirinya belum ingin berbicara jauh mengenai hal tersebut. Menurutnya, perjalanan politik ke depan masih terbuka dan belum tentu sesuai dengan perkiraan saat ini.

BACA JUGA  Ramadan sebagai Energi Moral, Wagub Sultra Ajak Warga Perkuat Solidaritas

Dirinya juga menyinggung dukungan keluarga sebagai salah satu pertimbangan penting dalam mengambil keputusan politik.

“Masih ada empat tahun saya mengabdi. Soal ke depan belum tentu, saya belum mau bicara maju. Istri dan keluarga saya setuju atau tidak, itu juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.

ASR menegaskan, fokus utamanya kini adalah bekerja dan menyelesaikan berbagai agenda pembangunan di Sulawesi Tenggara secara bertahap.

“Kita bekerja saja dulu empat tahun ke depan. Masih banyak pekerjaan sekarang. Step by step, kerjakan itu saja dulu,” pungkasnya.

Komentar