OJK Dorong Pembiayaan Inklusif untuk Tingkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah

EKONOMI, NASIONAL76 Dilihat

IndeksSultra.com, Malang- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah melalui program akses keuangan inklusif yang menghubungkan koperasi dengan lembaga jasa keuangan formal.

Program yang dijalankan bersama International Labour Organization (ILO) tersebut diharapkan mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi peternak sekaligus memperkuat daya saing sektor peternakan sapi perah di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, Adi Budiarso, menjelaskan bahwa penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan usaha peternak rakyat secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Ribuan Peserta Meriahkan Pawai Taaruf Mobil Hias Pembuka STQH Nasional XXVIII di Kendari

Selain menghadirkan sistem digital untuk pengelolaan data usaha, program ini juga membangun ekosistem yang memungkinkan lembaga keuangan menilai kelayakan usaha peternak secara lebih akurat sehingga peluang memperoleh pembiayaan semakin besar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Menurutnya, digitalisasi dan kemudahan akses pembiayaan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi susu, tetapi juga memperkuat koperasi, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Dukungan serupa juga disampaikan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder. Ia menilai penguatan pelaku usaha lokal melalui akses teknologi, informasi, dan layanan keuangan menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Teras Ramadhan di Claro Kendari Tawarkan Lebih Dari 100 Menu Spesial, Harga Mulai Rp150 Ribu

Sebagai tindak lanjut, OJK menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pemerintah, koperasi, dan pelaku industri jasa keuangan guna memperluas implementasi program di seluruh Jawa Timur. Ke depan, model tersebut diharapkan dapat direplikasi pada sektor usaha lainnya sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan nasional.

Komentar