IHSG Koreksi 7,90 Persen, OJK Nilai Pasar Modal Indonesia Masih Resilien

EKONOMI26 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- Pasar modal Indonesia mengalami tekanan sepanjang Juni 2026 akibat meningkatnya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi pasar modal nasional masih memiliki ketahanan yang baik.

Berdasarkan laporan OJK dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.643,19 pada akhir Juni 2026.

Angka tersebut mengalami koreksi sebesar 7,90 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan turun 34,74 persen secara tahunan berjalan (year to date/ytd).

OJK menyebut tekanan pasar saham dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global serta strategi investor dalam melakukan penyesuaian atau rebalancing portofolio.

BACA JUGA  Bank Sultra Salurkan 23 Sapi Kurban untuk Masyarakat di 17 Daerah Sultra

Meski mengalami koreksi, kondisi likuiditas pasar saham domestik masih terjaga. Rata-rata bid-ask spread pada Juni 2026 tercatat sebesar 1,75 persen, sedikit meningkat dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 1,50 persen.

Sementara rata-rata nilai transaksi harian saham tercatat mencapai Rp22,23 triliun. Pada periode yang sama, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) saham sebesar Rp19,63 triliun.

Berbeda dengan pasar saham, pasar obligasi menunjukkan daya tarik yang tetap kuat. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp22,43 triliun sepanjang Juni 2026.

BACA JUGA  Sidak di Sejumlah Pasar, DisperdagKop dan UKM Kota Kendari Temukan MinyaKita Tidak Sesuai Takaran

OJK juga mencatat industri pengelolaan investasi masih mampu bertahan dengan nilai aset kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp1.011,81 triliun.

Selain itu, jumlah investor pasar modal terus meningkat. Hingga Juni 2026, jumlah investor mencapai 28,96 juta atau tumbuh 42,22 persen secara tahunan berjalan.

Dari sisi pembiayaan, pasar modal tetap berperan sebagai sumber pendanaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga akhir Juni 2026, nilai penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal mencapai Rp112,67 triliun.

OJK memastikan akan terus memperkuat ekosistem pasar modal agar tetap kredibel, transparan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar