IndeksSultra.com, Jakarta- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan pencapaian penting dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dari laba tahun buku 2025.
Nilai tersebut menjadi dividen terbesar sepanjang sejarah perseroan sekaligus menegaskan kontribusi BRI terhadap negara dan pemegang saham.
Keputusan pembagian dividen tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Setiap pemegang saham memperoleh dividen sebesar Rp346 per saham, yang berasal dari laba bersih konsolidasian BRI tahun 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun.
Memasuki 2026, kinerja BRI juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, bank pelat merah itu membukukan laba bersih konsolidasian Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp1.562 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun.
Direktur Utama BRI, , mengatakan keberadaan Danantara menjadi momentum bagi BRI untuk mempercepat transformasi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Menurutnya, perseroan akan terus berfokus pada penguatan bisnis inti, pengembangan sumber pertumbuhan baru, serta memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Sejalan dengan agenda transformasi tersebut, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang menitikberatkan pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.
Transformasi itu juga diperkuat melalui peluncuran identitas korporasi baru pada akhir 2025. Rebranding tersebut membawa semangat “Satu Bank untuk Semua” dengan tetap mempertahankan komitmen BRI terhadap pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari sisi pendanaan, BRI mencatat peningkatan dana murah (CASA) menjadi Rp1.058,6 triliun pada triwulan I 2026. Rasio CASA naik menjadi 68,07 persen, sementara biaya dana (cost of fund) turun menjadi 2,3 persen, didukung peningkatan transaksi digital melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.
Dalam mendukung sektor usaha rakyat, hingga Mei 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun atau hampir 47 persen dari total alokasi tahun ini sebesar Rp180 triliun. Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar.
Di sektor perumahan, penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) telah mencapai Rp9,5 triliun kepada lebih dari 68 ribu debitur. Melihat tingginya permintaan, BRI meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.
Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan. Hingga kini BRI telah membina lebih dari 5.200 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.
Sementara itu, penguatan ekosistem usaha juga terlihat dari kontribusi perusahaan-perusahaan anak BRI yang menyumbang laba sebesar Rp3,89 triliun atau sekitar 25,1 persen dari total laba bersih konsolidasian BRI pada triwulan I 2026.
Di sisi lain, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, , menyatakan bank-bank Himbara terus menunjukkan kinerja positif yang menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan sektor produktif, mulai dari manufaktur, hilirisasi, infrastruktur hingga UMKM.







Komentar