BI Sultra Prakirakan Ekonomi Sultra Terus Menguat pada Triwulan III 2026

EKONOMI97 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) memprakirakan perekonomian Sulawesi Tenggara pada Triwulan III 2026 tetap berada dalam tren penguatan, meski sejumlah sektor mulai menghadapi perlambatan aktivitas.

Kepala BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan penguatan ekonomi daerah terutama ditopang oleh sektor pertanian yang menunjukkan perkembangan positif seiring membaiknya produksi padi dan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).

Menurut Edwin, kinerja sektor pertanian diperkirakan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Sultra di tengah normalisasi konsumsi rumah tangga serta perlambatan yang terjadi pada sejumlah sektor lainnya.

“Perekonomian Sulawesi Tenggara pada Triwulan III 2026 diprakirakan terus menguat, terutama didukung oleh sektor pertanian seiring dengan perbaikan produksi padi dan peningkatan Nilai Tukar Petani,” kata Edwin, Selasa 29 September 2026 malam.

Penguatan ekonomi tersebut melanjutkan tren positif yang telah terlihat pada Triwulan II 2026. Pada periode tersebut, ekonomi Sulawesi Tenggara tumbuh sebesar 6,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen yoy.

BACA JUGA  BEI Kampanyekan #AkuInvestorSaham pada CMSE 2024

Edwin menjelaskan, perkembangan kegiatan usaha di Sultra juga menunjukkan perbaikan pada sejumlah lapangan usaha, antara lain pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan.

Pada sektor pertanian, pertumbuhan diperkirakan meningkat seiring bergesernya puncak masa panen ke periode pertengahan September hingga Oktober. Kondisi tersebut diharapkan memberikan tambahan dorongan terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Sementara pada sektor pertambangan dan industri pengolahan, perkembangan usaha turut dipengaruhi oleh penerbitan maupun revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

BACA JUGA  Bank Sultra Salurkan KUR Rp201 Miliar hingga November 2025, Dukung Ribuan UMKM di Sultra

“Perkembangan kegiatan usaha menunjukkan perbaikan di beberapa sektor, khususnya pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan,” ujarnya.

Di sisi lain, sektor konstruksi diperkirakan mengalami peningkatan seiring dimulainya persiapan sejumlah proyek strategis dan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Kolaka.

Peningkatan aktivitas konstruksi tersebut turut memberikan dampak terhadap sektor perdagangan, terutama melalui meningkatnya kebutuhan terhadap berbagai barang dan jasa pendukung pembangunan.

BI Sultra menilai dinamika tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, meskipun konsumsi rumah tangga mulai mengalami normalisasi dan beberapa sektor menghadapi perlambatan.

Dengan kondisi tersebut, penguatan sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan diharapkan dapat menjaga kinerja ekonomi Sulawesi Tenggara tetap tumbuh positif hingga akhir Triwulan III 2026.***

Redaksi

Komentar