Deflasi Agustus Jadi Sinyal Positif, BI Sultra Perkuat Pengendalian Inflasi

EKONOMI77 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Tekanan inflasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap terkendali meski pada Agustus 2026 daerah ini mencatat deflasi sebesar 0,31 persen secara bulanan atau month to month (mtm).

Kepala Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan deflasi tersebut sejalan dengan normalisasi harga sejumlah komoditas pangan setelah periode panen serta masih terkendalinya harga energi dan transportasi.

“Inflasi Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 mengalami deflasi, namun tetap dalam kondisi terkendali. Secara bulanan tercatat minus 0,31 persen,” katanya, Selasa 29 Septeber 2026.

Secara tahunan, inflasi Sultra tercatat sebesar 3,19 persen atau year on year (yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen dan relatif lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,35 persen yoy.

Edwin menjelaskan, deflasi pada Agustus terutama dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan. Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi antara lain tomat sebesar 0,08 persen, ikan layang 0,07 persen, serta kangkung dan bahan bakar rumah tangga yang masing-masing memberikan andil 0,04 persen.

BACA JUGA  73 Tahun Bersama Pelanggan, Kalla Toyota Hadirkan Gebyar Akhir Tahun dengan 73 Grand Prize

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih memberikan tekanan terhadap inflasi. Kacang panjang dan pendidikan tinggi masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen, sementara angkutan laut memberikan andil sebesar 0,02 persen.

“Perkembangan harga tersebut menunjukkan bahwa dinamika inflasi di Sulawesi Tenggara masih dipengaruhi oleh pergerakan harga pangan, sementara harga energi dan transportasi relatif terkendali,” ujar Edwin.

Pengendalian inflasi tersebut juga tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah daerah, BI dan berbagai instansi terkait melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Sinergi tersebut turut mendapat pengakuan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi yang digelar pada 24 September 2026.

Dalam ajang tersebut, sejumlah TPID di Sulawesi Tenggara berhasil mencatat prestasi di tingkat Sulawesi. TPID Kabupaten Kolaka Timur meraih Juara I TPID Berprestasi tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.

Kemudian TPID Kabupaten Bombana meraih Juara II TPID Berprestasi tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi. TPID Kota Baubau juga meraih Juara II TPID Berkinerja Terbaik tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.

BACA JUGA  Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan PT Vale IGP Pomalaa bagi Kolaka

Sementara itu, TPID Provinsi Sulawesi Tenggara meraih Juara III TPID Berkinerja Terbaik tingkat provinsi se-Sulawesi.

Edwin mengatakan capaian tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, BI dan seluruh instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas pangan yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan inflasi daerah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut perlu terus dijaga melalui penguatan koordinasi dan berbagai inovasi pengendalian inflasi yang dilakukan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Prestasi yang diraih ini diharapkan menjadi motivasi bagi kabupaten dan kota lainnya untuk terus berinovasi dalam menjaga stabilitas pangan di daerah,” katanya.

BI Sultra bersama pemerintah daerah dan TPID akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi, terutama dalam mengantisipasi gejolak harga pangan dan menjaga ketersediaan pasokan agar stabilitas harga tetap terjaga.

Komentar