Kemarau Tekan Petani, Kapolres Bombana Tampung Keluhan Warga Lantari

HUKUM70 Dilihat

IndeksSultra.com, Bombana- Kondisi kemarau yang berdampak terhadap aktivitas pertanian menjadi salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, kepada Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.I.K., CPHR.

Keluhan tersebut disampaikan dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar di Kantor Desa Lantari, Jumat 25 September 2026. Forum tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan sekaligus mencari langkah penyelesaian bersama.

Kegiatan dihadiri KBO Binmas Polres Bombana IPTU Muh. Amin, S.H., Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., CPM., Kepala Desa Lantari Ovi Asrofi, S.Sos., Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan sekitar 50 warga.

Dalam dialog tersebut, persoalan kebutuhan air untuk lahan pertanian menjadi perhatian. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dan LPG yang digunakan untuk mendukung pengairan sawah di tengah kondisi kemarau.

BACA JUGA  Tim Polresta Kendari Raih Gelar Juara Turnamen E-Sports Kapolda Sultra Cup 2026

Warga juga berharap jaringan listrik dapat menjangkau kawasan persawahan. Kehadiran jaringan listrik dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bagi petani untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan.

Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus mengatakan, kegiatan Jumat Curhat merupakan sarana untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, masukan dari warga menjadi bahan bagi kepolisian untuk membangun koordinasi dengan instansi terkait.

Selain persoalan pertanian, Kapolres mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

Kapolres juga mengajak masyarakat bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Warga diminta segera menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Lantari Jaya apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto menjelaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bombana memiliki program penanaman jagung dengan luas mencapai 10.000 hektare. Program tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan kepada petani melalui penyediaan bibit dan alat mesin pertanian (Alsintan).

BACA JUGA  Usai Aksi Mahasiswa, Personel Polda Sultra dan Polresta Kendari Bersihkan Sisa Pembakaran Ban

Untuk mendukung kebutuhan operasional petani, BPP juga menyediakan rekomendasi BBM bersubsidi sebanyak 10 liter per orang.

Sementara itu, Kapolres Bombana menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Bombana untuk mendukung kesejahteraan petani, termasuk mendorong agar hasil pertanian masyarakat dapat memperoleh harga jual yang layak.

Terkait kebutuhan jaringan listrik di kawasan persawahan, Kapolres juga akan berkoordinasi dengan PLN Kabupaten Bombana agar aspirasi masyarakat tersebut dapat menjadi perhatian.

Melalui Jumat Curhat, Polres Bombana berupaya memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat. Forum tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mendeteksi berbagai persoalan di lapangan sekaligus membuka ruang koordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Komentar