OJK Pantau Volatilitas Pasar, IHSG Turun 29,79 Persen Sejak Awal Tahun

EKONOMI, NASIONAL94 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan sepanjang September 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.071,14 pada akhir bulan, terkoreksi 6,96 persen secara bulanan dan mencatat penurunan kumulatif 29,79 persen sejak awal tahun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pelemahan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global akibat eskalasi ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga global.

Tekanan juga terlihat dari pergerakan investor asing. Pada September 2026, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp10,24 triliun. Kondisi ini berbalik dari Agustus 2026, ketika investor asing masih membukukan pembelian bersih atau net buy Rp1,19 triliun.

Meski indeks saham melemah, OJK menilai kondisi likuiditas pasar modal domestik masih terkendali. Rata-rata bid-ask spread tercatat sebesar 1,20 persen, relatif stabil dibandingkan 1,17 persen pada Agustus 2026.

BACA JUGA  Asmo Sulsel dan Satlantas Polres Gowa Tanamkan Budaya #Cari_Aman kepada Pelajar

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian saham turun menjadi Rp14,94 triliun, dari Rp15,86 triliun pada bulan sebelumnya.

Tekanan juga terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 439,05 pada akhir September 2026, turun 0,23 persen secara bulanan dan 0,41 persen sejak awal tahun.

Pada periode yang sama, rata-rata imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) meningkat 14,12 basis poin secara bulanan. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah global dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Investor asing di pasar SBN mencatatkan net sell terbatas sebesar Rp0,34 triliun pada September 2026. Sebagai perbandingan, pada Agustus 2026 investor asing membukukan net buy Rp15,35 triliun.

Berbeda dengan pasar SBN, aliran dana asing di pasar efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) korporasi menunjukkan perkembangan positif. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp0,91 triliun, berbalik dari net sell Rp0,02 triliun pada Agustus 2026.

BACA JUGA  OJK Kenalkan APPK hingga iDebKu kepada Warga Wawonii, Dorong Transformasi Keuangan Digital

Di industri pengelolaan investasi, nilai aset kelolaan atau Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.004,68 triliun pada akhir September 2026. Nilai tersebut terkoreksi 1,55 persen secara bulanan dan 3,65 persen sejak awal tahun.

Adapun nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp637,07 triliun, turun 2,42 persen secara bulanan dan 5,66 persen sejak awal tahun. Investor reksa dana juga membukukan net redemption atau penarikan bersih sebesar Rp10,43 triliun selama September.

Di tengah dinamika tersebut, OJK menyatakan akan terus mencermati perkembangan pasar modal dan mendorong pemanfaatannya sebagai sumber pembiayaan dunia usaha. Upaya tersebut tetap diarahkan pada penguatan keterbukaan informasi dan perlindungan investor.**

Redaksi

Komentar