Audit 12 Tahun Disiapkan, Reformasi Tata Kelola Unsultra Dimulai

PENDIDIKAN338 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani menegaskan praktik dugaan pungli di Universitas Sulawesi tenggara kemungkinan terjadi pada periode sebelum dirinya pemimpin.

Dugaan pungli tersebut diduga terjadi saatpengurusan transkrip nilai mahasiswa di lingkup Unsultra.

“Kejadian-kejadian seperti itu mungkin telah pernah terjadi di masa periode sebelum saya,” katanya, Jumat 27 Februari 2026.

Pihaknya menekankan, tugas utamanya sebagai Rektor Unsultra adalah membenahi berbagai hal yang pernah dilakukan dan merupakan hal yang tidak benar, termasuk dengan adanya dugaan punglipada layanan administrasi akademik.

BACA JUGA  Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UHO bersama FISIP Unikom Taken MoU Kolaborasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan SDM

“Sebagai Rektor baru justru saya akan membenahi hal-hal yang tidak benar yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk dugaan pungli yang dimaksud,” tegasnya.

Selain itu, Prof Jamhir juga menyinggung adanya praktik pembayaran tes TOEFL yang disebut-sebut pernah dilakukan dengan menggunakan rekening pribadi

Tak hanya soal dugaan pungutan dalam pengurusan transkrip nilai, Prof. Jamhir juga menyinggung praktik pembayaran tes TOEFL yang disebut-sebut pernah dilakukan melalui rekening pribadi pada masa lalu.

“Praktik-praktik pembayaran tes TOEFL ke rekening pribadi yang pernah terjadi di masa lalu juga tidak akan terjadi lagi,” katanya.

BACA JUGA  Komitmen Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, RPS dan Unsultra Taken MoU

Kedepannya akan segera dilakukan aidit internal terhadap keuangan Unsultra selama 12 tahun terakhir dengan melibatkan akuntan publik yang independen.

“Hasil audit nantinya akan digunakan pihak berwenang bersama auditor eksternal, ini bagian dari benah-benah dan bersih-bersih untuk kebangkitan Unsultra,” jelasnya,

Harapannyam langkah audit dan evaluasi menyeluruh dapat memperkuat transparansi serta memylihkan kepercayaab civitas akadeika dan masyarakan terhadap Unsultra.

Sementara itu, pihak kampus menyatakan terbuka terhadap masukan serta laporan dari mahasiswa maupun masyarakat demi perbaikan tata kelola layanan akademik ke depan.(*)

Komentar